Mengenal Pohon Ulin, Tumbuhan yang Ditanam Raja Swedia di Bogor

- Senin, 22 Mei 2017 | 20:01 WIB
Ilustrasi Pohon Ulin. Rhett A. Butler/Mongabay
Ilustrasi Pohon Ulin. Rhett A. Butler/Mongabay

BOGOR, AYOBOGOR.COM -- Dalam lawatan kerjanya ke Indonesia, Raja Carl XVI Gustaf dari Swedia, sempat mendatangi Center for International Forestry Research alias CIFOR, di Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Senin (22/5/2017) sore. Di sana, raja salah satu negara di kawasan Skandinavia tersebut sempat menanam sebatang pohon ulin.

Lantas, apa itu pohon ulin? Pohon ulin alias ironwood (Eusideroxylon zwageri) merupakan tanaman endemik asli Indonesia. Berdasarkan keterangan CIFOR, pohon ulin merupakan dalah satu pohon dan kayu istimewa yang terdapat di hutan hujan di kepulauan indonesia. Pohon ulin termasuk ke dalam famili Lauraceae yang memiliki ribuan spesies tanaman tropis, termasuk pohon salam dan alpukat.

Pohon ulin terbiasa tumbuh di kawasan dataran rendah hutan hujan yang memiliki intensitas tinggi antara 2500-4000 mm/tahun. Pohon yang juga dijuluki kayu besi ini juga tumbuh relatif lamban dibanding pohon lain.

"Mungkin mrmbutuhkan 100 tahun bagi pohon ulin sehingga dapat berdiameter 300 sentimeter, kendatipun kondisi iklim di hutan hujan berlangsung kondusif," tulis keterangan tersebut.

Dalam kurun waktu tersebut, pohon ulin juga bertumbuh memiliki batang yang keras serta bertahan lama. Beberapa spesimen tanaman ini bahkan diestimasikan berusia lebih dari satu milenium alias 1.000 tahun dengan diameter dua meter dan tinggi 45 meter.

Ulin juga dikenal lantaran kuat. Bobotnya yang teramat berat, membuat ulin bakal tenggelam saat dimasukkan ke dalam air. Pohon ini juga memiliki daya resistensi terhadap rayap dan pembusukan. Sehingga, tak jarang digunakan untuk lambung perahu dan bahan konstruksi laut.

Lantaran teksturnya yang keras, ulin juga merupakan bagian esensial dari konstruksi rumah tradisional Suku Dayak di Kalimantan.

"Ulin juga menghiasi panggung mitologi warga lokal dengan dipercaya sebagai pelindung dari serangan harimau dan gajah."

Berbekal berbagai keunggulan tersebut, ulin juga menjadi primadona di pasaran. Sayangnya situasi ini kerap dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggung jawab yang melakukan pembalakan ilegal terhadap ulin, sehingga ulin masuk daftar merah spesies yang terancam.

Halaman:

Editor: Andres Fatubun

Tags

Terkini

Terpopuler

X