Gunakan Cangkul, Raja Swedia Tanam Pohon di Bogor

- Senin, 22 Mei 2017 | 17:28 WIB
Raja Carl XVI Gustaf dari Swedia melaksanakan penanaman pohon ulin di Center for International Forestry Research alias CIFOR, di Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Senin (22/5/2017) sore. Hengky Sulaksono/AyoBogor
Raja Carl XVI Gustaf dari Swedia melaksanakan penanaman pohon ulin di Center for International Forestry Research alias CIFOR, di Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Senin (22/5/2017) sore. Hengky Sulaksono/AyoBogor

BOGOR, AYOBOGOR.COM -- Raja Carl XVI Gustaf dari Swedia melaksanakan penanaman pohon ulin di Center for International Forestry Research alias CIFOR, di Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Senin (22/5/2017) sore.

Pantauan di lapangan, rombongan raja tiba di CIFOR sekira pukul 14.45 WIB. Gustaf sempat melakukan perbincangan sejenak dengan petinggi CIFOR sebelum melakukan penanaman pohon ulin.

Menggunakan setelan jas hitam, Gustaf yang didampingi Ratu Silvia mulai mencangkul tanah yang telah disiapkan untuk menutupi bagian dasar pohon ulin.

Didampingi bocah-bocah Pramuka yang lebih dari satu jam sabar berdiri menunggu kedatangan sang tamu istimewa, Gustaf kemudian menyiram pohon ulin yang telah paten menancap di tanah.

Director Equal Opportunities, Gender, Justice and Tenure CIFOR, Steven Lawry mengatakan kedatangan raja dan ratu ke Kantor CIFOR merupakan kegiatan seremonial untuk memperingati kerja sama CIFOR dengan pemerintah Indonesia.

"CIFOR dengan pemerintah Indonesia itu bekerja sama di beberapa isu yang pnting tentang kehutanan, termasuk pelestarian hutan untuk melindungi tempat penampungan air, biodiversitas, dan karbon," kata Lawry, Senin (22/5/2017) sore.

Ia mengatakan, Swedia dan Indonesia sama-sama mempunyai hutan yang memiliki fungsi penting untuk menyimpan cadangan karbon serta mereduksi dampak pemanasan global.

"Jadi kita merayakan kerja sama ini, karena Indonesia dan Swedia adalah negara yang memiliki hutan penting," kata dia.

Sebagai informasi, CIFOR merupakan lembaga riset kehutanan yang didirikan pada 1993 sialm. Saat dibentuk, Swedia merupakan salah satu negara yang memiliki kontribusi besar. Hingga saat ini, CIFOR jiga masih memiliki sejumlah petinggi yang berasal dari Swedia. (Hengky Sulaksono)

Halaman:

Editor: Andres Fatubun

Tags

Terkini

Terpopuler

X