Polisi Buka Posko Informasi Kecelakaan Bus SMK Panca Karya

- Selasa, 16 Mei 2017 | 16:28 WIB
Kapolsek Citereup, Komisaris Polisi Tri Suhartanto bersama petugas posko informasi tengah menerima pengaduan yang diajukan keluarga dan kerabat korban kecelakaan, Selasa (16/5/2017).(Hengky)
Kapolsek Citereup, Komisaris Polisi Tri Suhartanto bersama petugas posko informasi tengah menerima pengaduan yang diajukan keluarga dan kerabat korban kecelakaan, Selasa (16/5/2017).(Hengky)

BOGOR, AYOBOGOR.COM--Kepolisian Sektor Citereup membuka posko informasi kecelakaan lalu lintas bus rombongan SMK Panca Karya, Kabupaten Bogor, yang mengalami kecelakaan lalu lintas di Magelang, Selasa (16/5/2017).

Kapolsek Citereup, Komisaris Polisi Tri Suhartanto mengatakan, posko tersebut dibuka tak berselang lama setelah aparat kepolisian mendapatkan informasi kecelakaan. Posko dibuka agar pihak keluarga dapat memperoleh informasi terkini terkait situasi korban kecelakaan naas di Magelang.

"Kami membuat posko informasi kecelakaan sehingga memudahkan keluarga korban untuk mencari informasi," Kapolsek Citereup, Komisaris Polisi Tri Suhartanto, Selasa (16/5/2017).

Tri menuturkan, posko informasi tersebut telah menerima vanyak laporan dari anggota keluarga yang mengadu kepada aparat kepolisian dan pihak sekolah.

"Sudah banyak (yang mendatangi posko). Keluarga korban khususnya yang meminta keterangan kepastian korban," katanya.

Dia mengatakan, Polsek Citereup juga telah berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk mengetahui jumlah korban. Polisi juga mengunjungi keluarga korban yang meninggal dunia dan membantu proses persiapan menerima jenazah.

"Hal tersebut dilakukan sebagai salah satu bentuk pelayanan masyarakat, khususnya masyarakat Citeureup yang diberikan oleh jajaran Polsek Citeureup," kata dia.

Rombongan Siswa SMK Panca Karya, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, yang hendak berwisata ke Candi Borobudur dan Yogyakarta mengalami kecelakaan di lalu lintas di Magelang, Selasa (16/5/2017) pagi. Kecelakaan tersebut dikabarkan mengakibatkan tiga orang meninggal dunia.

Dua dari tiga korban, yakni Rendi Ferdyansah (18) dan Mita Sumiyati (18) meninggal di lokasi kejadian. Sedangkan satu korban lainnya, Sarifah Nurjanah (18) meninggal di Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Dokter Sujono. Seluruh korban tewas dilarikan ke RS Dokter Sujono.

Halaman:

Editor: Adi Ginanjar Maulana

Tags

Terkini

X