Razia Gabungan di Puncak, Lima Bus Bermasalah pada Rem Tangan

- Sabtu, 13 Mei 2017 | 14:49 WIB
Satlantas Polres Bogor bersama dengan Dishub Kabupaten Bogor menggelar operasi razia gabungan kendaraan jenis Bus di gerbang keluar Tol Ciawi, Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (29/4). Razia kelayakan kendaraan jenis bus tersebut sebagai bentuk pencegahan kecelakaan di jalur wisata Puncak Bogor, dan yang dirazia antara lain kelayakan kendaraan, KIR, STNK, serta SIM pengemudi.(Antar)
Satlantas Polres Bogor bersama dengan Dishub Kabupaten Bogor menggelar operasi razia gabungan kendaraan jenis Bus di gerbang keluar Tol Ciawi, Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (29/4). Razia kelayakan kendaraan jenis bus tersebut sebagai bentuk pencegahan kecelakaan di jalur wisata Puncak Bogor, dan yang dirazia antara lain kelayakan kendaraan, KIR, STNK, serta SIM pengemudi.(Antar)

BOGOR, AYOBOGOR.COM--Razia gabungqn kembali digelar di rest area Kilometer 45 kawasan Puncak, selepas Gerbang Tol Ciawi, Sabtu (13/4/3017).

Dalam razia kali ini, ditemukan setidaknya lima unit bus yang bermasalah pada rem tangan.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Komisais Besar Polisi Yusri Yunus mengatakan, operasi dilakuakan selama sekira dua jam, dimulai pukul 08.00 WIB dan berakhir pukul 10.00 WIB.

"Pelaksanaan penindakan dilaksanakan secara stasioner dan pemeriksaan kepada seluruh Bus Pariwisata yang bergerak ke arah Puncak atau Sukabumi," kata Yusri, Sabtu (13/5/2017).

Ia menuturkan, kelima bus yang bermasalah pada rem tangan diminta untuk tidak memasukki kawasan Puncak dan memutar balik ke arah pemberangkatan. Selain lima bus tersebut, satu bus lain yang bermasalah pada kelengkapan kir juga diputar balik.

"Bus yang tidak laik jalan hasil pemeriksaan Dishub, diminta untuk menganti armada, dan bus diputar kembali ke arah Jakarta," kata dia.

Dalam razia tersebut, aparat kepolsisan juga mengeluarkan surat tilang terhadap para pengemudi nakal yang tidak membawa kelengkapan Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).(Hengky Sulaksono)

Editor: Adi Ginanjar Maulana

Tags

Terkini

Terpopuler

X