Dugaan Pungli SMK Se-Kabupaten Cianjur Libatkan Oknum Guru, Kepala Sekolah, Hingga Satpam

- Jumat, 5 Mei 2017 | 12:45 WIB
Ilustrasi. (Pixabay/Public Domain Archive)
Ilustrasi. (Pixabay/Public Domain Archive)

CIANJUR, AYOBOGOR.COM -- Dugaan pungutan liar terhadap seluruh SMK se-Kabupaten Cianjur mencuat ke permukaan. Dugaan perilaku tak terpuji ini melibatkan oknum guru, kepala sekolah, hingga satpam.

Tindakan meresahkan yang dilakukan perangkat pendidikan tersebut terungkap saat Tim Khusus Saber Pungli melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap empat orang oknum perangkat sekolah tersebut pada Kamis (4/5/2017). Dalam pengungkapannya, telah diamankan uang tunai sebesar Rp 50,5 juta dari keempat tersangka.

Berdasarkan catatan kepolisian, keempat tersangka yakni AR (37) yang merupakan guru honorer, ES (50) satpam SMK PGRI 3 Kabupaten Cianjur, NU (38) guru SMK Pancaniti, serta JA (32) Kepala Sekolah SMK Mutiara Kalbu.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus mengatakan, keempat orang tersebut menjalankan peran yang berbeda. ES berperan sebagai penerima uang yang disetorkan kepada AR, kemudian AR berperan sebagai pengumpul dan penerima uang yang disetorkan ke JA. Selanjutnya, JA berperan sebagai penerima pungutan uang dari AR, dan NU sebagai Sekjen SMKS.

Yusri menuturkan, pengungkapan bermula dari hasil penyelidikan yang dilakukan oleh jajaran Satuan Reserse Kriminal Polres Cianjur. Penangkapan terhadap keempat orang tersangka tidak dilakukan serentak. Mula-mula, Tim Saber Pungli menangkap AR dan ES sekitar pukul 20.00 WIB di SMK PGRI 3 Otomotif Cianjur.

"Yang sedang menerima uang setoran dari sekolah sekolah SMK se-Kabupaten Cianjur," kata Yusri melalui pesan singkat, Jumat (5/5/2017).

Berdasarkan hasil pengembangan, polisi berhasil membekuk dua orang lainnya yakni JA dan NU yang diduga terlibat dalam serangkaian tindakan pungli.

"Empat orang yang diduga melakukan pungutan liar dibawa ke Polres Cianjur guna dilakukan pemeriksaan dan pengembangan selanjutnya," kata dia.

Selain uang tunai Rp 50,5 juta, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti lainnya, termasuk empat unit ponsel berbagai merek serta bukti setoran dari tiap-tiap sekolah.

Halaman:

Editor: Asri Wuni Wulandari

Tags

Terkini

Terpopuler

X