Bus Tak Laik Jalan Lolos Uji Kir, YLKI Cium Aroma Kongkalikong

- Rabu, 3 Mei 2017 | 07:15 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.

BOGOR, AYOBOGOR.COM -- Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia alias YLKI mencium adanya aroma kongkalikong dalam praktik uji kir armada bus. Sebabnya, kerap ditemukan bus tak laik jalan yang lolos tahap pengujian.

"Menurut pengamatan kami, dan beberapa kali kita juga melihat kondisi di lapangan, bahwa banyak moda transportasi yang sebetulnya dia enggak layak lolos (uji kir), tapi kenapa bisa beroperasi. Kita menduga dengan keras bahwa itu ada kongkalikong," kata Sekretaris YLKI, Agus Suyanto, Selasa (2/5/2017).

Ia menilai banyak bus yang secara kasat mata dalam kondisi memprihatinkan, namun tetap lolos melewati berbagai tahapan pengujian yang dilakukan Dinas Perhubungan. Hal tersebut mengherankan sekaligus mengkhawatirkan lantaran beririsan langsung dengan pertaruhan nyawa konsumen.

Tak hanya kongkalikong, Agus juga menganggap jika selama ini proses uji kir hanya dipandang sebagai formalitas belaka. Uji kir, sebut Agus, dilakukan dengan melangkahi standar operasional yang berlaku.

Praktik semacam ini diklaim Agus tumbuh subur di daerah-daerah. Di tingkat daerah, imbuh Agus, kir hanya dipandang sebagai lahan basah untuk mendulang pendapatan.

"Nah, inilah yang berbahaya karena kemudian mereka hanya menggenjot pendapatan daerah, tanpa melihat bahwa uji kir itu merupakan prasyarat untuk keselamatan sebuah moda transportasi beroperasi," kata Agus.

"Artinya dalam hal ini kemudian konsumen lah yang paling dirugikan. Karena pemerintah daerah hanya mengejar pendapatan. Kemudian pemilik otobus hanya hanya menjadikan semacam formalitas. Enggak benar-benar diuji. Ini akan merugikan konsumen secara umumnya," lanjut Agus.

Agus mengklaim YLKI kerap kali menyampaikan hal tersebut kepada Kementerian Perhubungan. Kendati demikian, ia tidak tahu-manahu soal kondisi terkini praktik dan pengawasan uji kir di Dinas Perhubungan masing-masing daerah.

"Kita tidak bisa memantau. Karena, kan, cakupannya juga luas. Tapi di Kemenhub kita selalu menyampaikan bahwa harus ada mekanisme dan pengawasan yang benar-benar melekat dalam uji kir tersebut. Karena ini menyangkut keselamatan penumpang," katanya.

Halaman:

Editor: Andres Fatubun

Tags

Terkini

Terpopuler

X