Isu Unjuk Rasa, Sejumlah Wisatawan Batal Berpakansi di Puncak

- Sabtu, 29 April 2017 | 21:44 WIB
Ilustrasi unjuk rasa.
Ilustrasi unjuk rasa.

BOGOR, AYOBOGOR.COM -- Isu unjuk rasa di kawasan Puncak yang menyeruak beberapa waktu lalu mempengaruhi tingkat pelancongan wisatawan. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Kabupaten Bogor mengklaim sejumlah wisatawan membatalkan rencana pakansi di Puncak.

Ketua PHRI Kabupaten Bogor, Agus Bayu Candra, mengklaim penurunan tingkat pelancongan mencapai 50%. Ia menyebut, pembatalan dipengaruhi wacana massa aksi yang bakal tumpah ruah dan memblikade Jalan Raya Puncak.

"Secara bisnis ini merugikan. Kami mrncatat ada lebih dari 200 orang yang membatalkan bookingan hotel dan restoran," kata Bayu di Bogor, Sabtu (29/4/2017).

Bayu berujar, rata-rata pembatalan dilakukan para plancong yang melakukan pemesanan daring. Ia menilai isu unjuk rasa yamg berimbas pembatalan kunjungan amat merugikan pengusaha.

Setiap akhir pekan, kata Bayu, terutama saat masa libur panjang, rata-rata satu hotel mendapat pesanan daring dari 20 orang wisatawan. Sementara libur panjang kali ini hanya terdapat delapan orang yang memesan hotel secara daring.

Ia manambahkan, PHRI mendukung pemebrlakuan sistem satu arah di jalur Puncak. Ia menilia sistem satu arah dapat diandalkan untuk mengurai kepadatan kendaraan di Puncak. Kendati demikian, ia tetap meminta Pemerintah Kabupaten Bogor untuk membenahi kondisi lalu lintas Puncak dengan cara membangun dan memperbaiki jalur-jalur alternatif di Puncak.

"Harus ada solusi dari pemerintah. One way tetap diberlakukan. Tapi jalur alternatif juga dibangun, diperbaiki. Sehingga nanti ada  warga punya akses kalau ada keperluan mendesak," kata dia.

Terpisah, sekelompok massa aksi melakukan doa, tabur bunga, dan dzikir bersama di lokasi tabrakan beruntun di Tanjakan Selarong, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Sabtu (29/4/2017). Aksi tersebut merupakan sebentuk solidaritas terhadap korban kecelakaan maut di lokasi yang sama sepekan lalu.

Selain doa, tabur bunga, dan dzikir bersama, massa juga menyarakan penolakannya terhadap rekayasa lalu lintas sistem satu arah yanv selama ini digunakan polisi untuk mengirai kepadatan kendaraan di jalur Puncak. Paket aksi ini dimulai sekira pukul 13.30 WIB dan berqkhir pukul 15.00 WIB.

Halaman:

Editor: Andres Fatubun

Tags

Terkini

Terpopuler

X