Kapolres Bogor: Sistem Satu Arah Pernah Didiskusikan dengan Warga Puncak

- Jumat, 28 April 2017 | 14:07 WIB
Ilustrasi -- Kepadatan jalur Puncak. (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)
Ilustrasi -- Kepadatan jalur Puncak. (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)

BOGOR, AYOBOGOR.COM -- Kapolres Bogor, Ajun Komisaris Besar Polisi Andi Muhammad Dicky Mangku Pastika mengatakan, sistem lalu lintas satu arah yang diprotes Gerakan Masyarakat Puncak Bogor alias GMPB sempat dikomunikasikan dengan warga Puncak.

"Sudah pernah kami kembalikan kepada masyarakat Puncak. Dan respon masyarakat Puncak (silence majority), tetap mendukung kepolisian untuk melaksanakan one way sampai ada solusi peningkatan kapasitas jalan dan jalur alternatif," kata Dicky melalui keterangan resmi, Kamis (27/4/2017).

Ia menguraikan, sistem satu arah merupakan suatu bentuk rekayasa lalu lintas menghadapi permasalahan yang ada. Sistem ini telah sejak lama digunakan aparat kepolisian untuk mengurai kemacetan di Puncak. Bahkan, kata Dicky, sistem contra flow digunakan aparat kepolisian di Jakarta, pada jalur tertentu, tatkala pagi hari.

Ia menambahkan, alternatif lain untuk mengatasi kemacetan di Puncak adalah menambah kapasitas jalan. Ruas jalan yang semula hanya satu lajur dalam satu jalur, ditingkatkan menjadi dua lajur masing-masing jalur. Dengan kata lain, jalan dilebarkan.

"Dan atau dilanjutkan jalur alternatif menuju Cianjur, Poros Tengah Timur, melalui Sukamakmur tanpa melewati Puncak, yang  saat ini tidak ada kelanjutannya," ujarnya.

"Karena bila ditiadakan one way ini akan berdampak besar pada industri wisata beserta angkutannya yang menjadi penghidupan bagi banyak masyarakat puncak," kata dia.

(Hengky Sulaksono)

Editor: Asri Wuni Wulandari

Tags

Terkini

Terpopuler

X