Jumpa Tokoh di Sukabumi, Kapolda Ceramah Soal Watak Orang Sunda

- Kamis, 27 April 2017 | 16:39 WIB
Kapolda Jawa Barat, Inspektur Jenderal Polisi Anton Charliyan. Hengky Sulaksono/`AyoBogor
Kapolda Jawa Barat, Inspektur Jenderal Polisi Anton Charliyan. Hengky Sulaksono/`AyoBogor

SUKABUMI, AYOBOGOR.COM -- Kapolda Jawa Barat, Inspektur Jenderal Polisi Anton Charliyan memberikan ceramah soal watak orang Sunda yang cinta dama kepada para tokoh agama, pemuda, organisasi masyarakat, dan aparat pemerintahan di Gedung Juang 45, Jalan Veteran II, Kota Sukabumi, Kamis (27/4/2017).

Dalam kesempatan tersebut, Anton memaparkan beberapa perilaku khas masyarakat Sunda yang dinilai merepresentasikan watak cinta damai orang Sunda yang sudah mendarah daging.

"Orang Sunda itu terkenal ramah, someah, tidak suka menggunakan kekerasan. Itu sudah jadi ciri yang melekat sejak zaman dulu," kata Anton di depan para hadirin.

Ia juga mengisahkan watak cinta damai orang Sunda yang sudah diwarisi para leluhurnya. Anton mencontohkan wejangan Prabu Niskala Wastukencana yang tertuang dalam naskah Wangsit Siliwangi.

"Itu ada prasastinya. Isinya Membangun kekuatan dengan kedamaian, membangun kekuatan dengan kerendahan hati," katanya.

Contoh lainnya, Anton menyadur wilayah kekuasaan Kerajaan Sunda-Galuh yang tidak pernah berubah sejak awal berdiri. Teritori Kerajaan Sunda-Galuh, sebut Anton, selalu berawal dari Banten dan berakhir Cilacap.

"Tidak berubah. Karena kita tidak suka menggunakan kekerasan. Makanya di dalam konstelasi politik Kerajaan Sunda itu tidak boleh ada perang saudara. Kalau ada perang saudara, akan diturunkan," ujarnya.

Dia juga menilai masyarakat Sunda juga berwatak demokratis. Cakrawala politik Sunda telah mengenal konsep Trias Politika sejak abad ke-8. Saat itu, imbuh Anton, seorang raja tidak memiliki kewenangan mutlak atas rakyatnya.

"Trias Politika sudah berlaku sejak abad 8. Katanya Trias Politika ditemukan Montesquieu. Tidak. Di Kerajaan Sunda kekuasaan raja tidak mutlak sejak dulu," kata dia.(Hengky Sulaksono)

Halaman:

Editor: Andres Fatubun

Tags

Terkini

X