Bupati dan Wali Kota Bogor Berembuk Bahas Kisruh Transportasi

- Kamis, 23 Maret 2017 | 20:47 WIB
Kiri ke Kanan, Kapolres Bogor AKBP Andi M. Dicky Pastika, Ketua DPRD Kabupaten Bogor Ade Ruhandi, Bupati Bogor Nurhayanti, Wali Kota Bogor Bima Arya, Dirlanatas Polda Jabar Kombes Pol Tomex Kurniawan, Kapolresta Bogor Kombes Pol Ulung Sampurna, Kadishub Kota Bogor Rakhmawati. Hengky Sulaksono/AyoBogor.
Kiri ke Kanan, Kapolres Bogor AKBP Andi M. Dicky Pastika, Ketua DPRD Kabupaten Bogor Ade Ruhandi, Bupati Bogor Nurhayanti, Wali Kota Bogor Bima Arya, Dirlanatas Polda Jabar Kombes Pol Tomex Kurniawan, Kapolresta Bogor Kombes Pol Ulung Sampurna, Kadishub Kota Bogor Rakhmawati. Hengky Sulaksono/AyoBogor.

BOGOR, AYOBOGOR.COM -- Bupati Bogor, Nurhayanti, dan Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto menggelar pertemuan tertutup di Pendopo Bupati Bogor, Jalan Tegar Beriman, Kabupaten Bogor, Kamis (23/3/2017) sore. Pertemuan tersebut dilakukan guna membahas kisruh pelaku jasa transportasi di Bogor.

Dalam pertemuan tersebut, kedua kepala daerah merumuskan rencana terkait sejumlah aturan yang bakal ditetapkan tehadap pelaku jasa transportasi, khususnya jasa transportasi daring roda dua alias ojek.

Bima menjelaskan, tahapan tersebut merupakan fase ketiga pekerjaan rumah yang mesti segera dituntaskan Pemerintah Kabupaten dan Kota Bogor. Fase pertama, yakni peredaman konflik, dan fase kedua rekonsiliasi dengan membuat kesepakatan damai, telah dilewati.

"Ada kerusuhan kemarin. Ini sudah dilewati. Alhamdulillah sudah ditangani aparat TNI, Polri dan pemerintah daerah. Fase kedua membangun kesepakatan damai. Ini juga sudah kami lampaui. Masing-masing di kabupaten dan di kota kemarin malam sudah disepakati damai, dan hari ini (transportasi) kembali beroperasi normal," terang Bima kepada awak media, Kamis (23/3/2017).

Bima menambahkan kesepakatan informal aturan tersebut tengah dibangun. Ia menyebut kesepakatan tersebut bakal lebih dipertajam esok hari, di mana pemerintah daerah, kementerian, pengelola angkot dan transportasi daring bakal diundang.

"Kita akan mengundang pemilik-pemilik (transportasi) online. Kalau tidak datang, terlalu, kita berharap owner Gojek, Grab, dan Uber datang. Kemarin yang diutus hanya perwakilan yang di daerah saja. Kalau enggak datang, saya ontrog ke Jakarta," katanya.

Bupati Bogor, Nurhayanti, berjanji bakal menjaga kondusivitas di wilayah kekuasaannya. Ia mengharapkan kesepakatan damai yang telah dicapai kedua belah pihak dapat terus terjaga.

"Menjaga kondusivitas itu sifatnya sementara. Tapi, pengaturan untuk angkot dan transportasi online ini harus jelas. Sehingga tidak ada lagi gesekan, dan dipahami oleh kedua belah pihak," tuturnya.

Lebih jauh, Nurhayanti juga meminta pemerintah pusat memberikan porsi lebih untuk mengatur regulasi jasa transportasi kepada pemerintah daerah, utamanya jasa transportasi daring.

Halaman:

Editor: Andres Fatubun

Tags

Terkini

Terpopuler

X