Dinilai Belum Siap, Wali Kota Ogah Resmikan Taman Sempur

- Jumat, 17 Maret 2017 | 19:13 WIB
Wali Kota Bogor, Bima Arya, ogah meresmikan Taman Sempur yang terletak di pusat kota. Pasalnya kesiapan aspek teknis maupun nonteknis penunjang keberlangsungan aktivitas taman dinilai belum sempurna.(Hengky)
Wali Kota Bogor, Bima Arya, ogah meresmikan Taman Sempur yang terletak di pusat kota. Pasalnya kesiapan aspek teknis maupun nonteknis penunjang keberlangsungan aktivitas taman dinilai belum sempurna.(Hengky)

BOGOR, AYOBOGOR.COM--Wali Kota Bogor, Bima Arya, ogah meresmikan Taman Sempur yang terletak di pusat kota. Pasalnya kesiapan aspek teknis maupun nonteknis penunjang keberlangsungan aktivitas taman dinilai belum sempurna.

"Saya tidak mau meresmikan Taman Sempur jika semuanya belum dipastikan telah siap," tegas Bima sesaat selepas membuka audiensi dengan warga terkait Taman Sempur, di Taman Ekspresi, Jumat (17/3/2017) sore.

Bima menandai beberapa aspek yang menjadi perhatiannya, antara lain sistem parkir, kebersihan, keamanan, dan ketertiban. Di samping itu, Bima meminta jajarannya untuk benar-benar siap melayani aktivitas warga di Taman Sempur.

"Saya pastikan park ranger harus betul-betul siap, warga mendukung, Dinas Perhubungan dan Satpol PP juga siap," tegas suami Yane Ardian Racham ini.

Ia mengaku tak mau kecolongan dengan buru-buru meresmikan ulang taman pasca direvitalisasi, sementara beberapa hal pokok, utamanya skema parkir, belum terselesaikan. Sebab, lanjut Bima, jika telah diresmikan, warga bakal banyak berkunjung. Sehingga kemacetan amat mungkinn terjadi dan bakal mengganggu warga setempat.

"Komitmen kita sangat besar untuk mengatur parkir, PKL, dan sebagainya. Kita ingin agar pengunjung, dan warga bisa sama-sama nyaman," ungkapnya.

Ia menambahkan, pemkot hanya mengizinkan para pedagang kawakan untuk berjualan di areal seputar Taman Sempur. Bagi pedagang baru, pemkot tidak bakal mengeluarkan izin lantaran dinilai dapat memicu konflik.

"Pedagangnya pun tidak ada pedagang yang baru, tapi yang lama. Sudah didata ada 48. Jadi yang sudah didata tersebut nanti diberkan penyuluhan oleh Dinas Kesehatan, Dinas UMKM, dan lain-lain," sebut Bima.

Juru Bicara Warga RT 01, RW2 Kampung Sempur Kidul, Desa Sempur, Kecamatan Bogor Tengah, Robert Napitupulu, meminta pemkot mendengar dan mempertimbangkan berbagai keluhan warga saat audiensi.

"Harapan warga, kita diberikan kenyamanan akses jalan, dan parkir, itu tolong dipikirkan, mencari tempat yang lebih baik. Supaya tidak mengganggu," kata dia.(Hengky Sulaksono)

Editor: Adi Ginanjar Maulana

Tags

Terkini

Terpopuler

X