Polisi Garut Sosialisasi Soal Hukum Media Sosial

- Selasa, 29 November 2016 | 16:41 WIB

GARUT, AYOBOGOR.COM--Polres Garut mensosialisasikan sanksi hukum apabila terjadi pelanggaran dalam penggunaan media sosial seperti propaganda negatif, menghasut, maupun menghujat seseorang atau kelompok.

"Menggunakan media sosial itu tidak boleh semaunya, tapi harus sesuai dengan aturan karena ada aturan hukumnya," kata Kepala Bagian Humas Polres Garut AKP Ridwan Tampubolon kepada wartawan di Garut, Senin (29/11/2016).

Ia menuturkan, tumbuh pesatnya teknologi komunikasi telah mendorong banyak masyarakat Indonesia menggunakan alat telepon seluler pintar, tidak terkecuali di Garut.

Masyarakat yang memiliki alat teknologi itu, kata dia, tentu memanfaatkannya untuk berkomunikasi melalui berbagai media sosial.

"Saya yakin di Garut ini banyak masyarakat yang melakukan interaksi dalam media sosial, dan di sana pun banyak informasi yang masuk tanpa diketahui benar dan tidaknya," katanya.

Menurut dia, masyarakat pengguna media sosial itu cenderung tidak cerdas sehingga mudah memercayai setiap informasi yang menyebar di media sosial itu.

Bahkan, lanjut dia, banyak orang yang merasa dirugikan termasuk ada juga yang harus diselesaikan secara hukum akibat penggunaan media sosial melanggar hukum.

"Polisi terus mengajak masyarakat untuk menggunakan media sosial dengan bijak, diharapkan masyarakat bisa memilih informasi dengan cerdas," katanya.

Ia menjelaskan, informasi yang tidak jelas kebenarannya menyebar di media sosial seringkali menimbulkan konflik, bahkan caci maki, penghasutan, hingga propaganda lainnya.

Menurut dia, jika masyarakat tidak cerdas menyikapi persoalan sosial di media sosial itu khawatir akan terjadi perpecahan bangsa Indonesia.

"Kami berharap agar media sosial tidak digunakan sebagai sarana memprovokasi atau penghasutan dan tindak pidana lainnya," katanya.

Editor: Editor

Tags

Terkini

Terpopuler

X