Dipercaya Kemendagri, bank bjb Bakal Jalankan Program Digitalisasi Nusantara  

- Kamis, 7 April 2022 | 13:15 WIB
Direktur bank bjb Yuddy Renaldi saat zoom. (Istimewa.)
Direktur bank bjb Yuddy Renaldi saat zoom. (Istimewa.)

 

BANDUNG, AYOYOGYA.COM  - PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk (IDX : BJBR) tetap mampu menjaga kinerja di tengah pandemi. Ditandai kenaikan aset, juga mampu menjaga rasio kredit macet di 1,24%. Bahkan, pertumbuhan bisnis di atas rata-rata industri.

Direktur bank bjb Yuddy Renaldi dalam siaran pers menyampaikan, dengan capaian positif itu, bank bjb menjadi kebanggaan para pemegang saham, antara lain Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kota, Kabupaten, yang ada di Jawa Barat dan Banten.

Fokus bank bjb terhadap digitalisasi juga sudah berdampak positif, dimana layanan digital bank bjb masuk 10 mobile banking terbaik nasional di atas aset Rp100 triliun, dan rangking pertama untuk kategori Bank Pembangunan Daerah.

Baca Juga: bank bjb Sinergi dengan SMF Dorong Penyaluran KPR Subsidi

Yuddy menuturkan bank bjb merupakan bank yang tumbuh dengan basis pembiayaan di consumer segment, dimana consumer payroll menjadi andalan.  Namun, kini juga semakin berkembang dimana segmen korporasi, komersial, terus tumbuh.

“Dari waktu ke waktu bank bjb tumbuh menjadi bank resilience, kami tidak pernah turun dari sisi pencapaian di tengah pandemi,” ujar Yuddy, dalam Webinar yang digelar bersama Mandiri Sekuritas, Rabu sore (6/4).

bank bjb melakukan transformasi digital untuk meningkatkan kinerja, memperluas pasar, dan mengefisienkan bisnis. Di bank bjb, ekosistemnya juga tersebar, berbagai pasar tradisional di Jawa Barat sudah menggunakan layanan digital bank bjb. Bahkan, Pasar Mayestik di Jakarta, hingga pusat grosir seperti ITC yang tersebar di daerah, Pasar Tanah Abang, sudah menggunakan QRIS yang terkoneksi dengan DigiCash.

Belum lagi, pengembangan ekosistem seperti wajib pajak, pengembangan UKM di Bali, pembentukan petani milenial, sehingga menjadikan bank bjb yang memiliki layanan luas, tidak hanya di Jabar. “Market kita tidak hanya di Jawa Barat dan Banten, tapi sudah ada di 14 provinsi,” ujar Yuddy.

Halaman:

Editor: Rahajeng Pramesi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X