Mayoritas Warga Jabar Puas dengan Kinerja Kang Emil, Penanganan Covid-19 Dapat Penilaian Paling Tinggi

- Kamis, 10 Februari 2022 | 12:36 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat memberikan keterangan resmi kepada awak media, di sela-sela kunjungan kerjanya ke SMKN 1 Kota Bogor. (ayosolo.id/Yogi Faisal)
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat memberikan keterangan resmi kepada awak media, di sela-sela kunjungan kerjanya ke SMKN 1 Kota Bogor. (ayosolo.id/Yogi Faisal)

BOGORKOTA,AYOBOGOR.COM– Pandemi Covid-19 selama dua tahun terakhir ternyata membawa dampak positif terhadap penilaian kinerja Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwal Kamil. Pasalnya, masyarakat menyatakan puas dengan kinerja mantan Wali Kota Bandung tersebut. 

Dilansir dari suarabogor.id, berdasarkan survei yang dilakukan Indonesian Politics Research & Consulting (IPRC) menyatakan masyarakat memberikan penilaian kepuasan yang tinggi terhadap kerja Kang Emil, sapaan akrab Gubernur Jawa Barat itu. Yakni di angka 84,5 persen. 

“Dalam penanganan pandemi Covid-19, tingkat kepuasan masyarakat berada di angka 84,5 persen,” kata Direktur Operasional dan Data Strategis IPRC, Idil Akbar dalam pers rilisnya, Kamis 10 Februari 2022. 

Baca Juga: Jadi Bagian Keluarga bLU cRU Yamaha, Pengguna WR 155 R Nikmati Pelatihan Off road

Selain penanganan Covid-19, kinerja lain Kang Emil lainnya yang dapat membuat warga Jabar puas adalah pembangunan infrastruktur dengan nilai kepuasan 17 persen. Disusul  pembangunan dan perbaikan jalan sebesar 15,3 persen dan bantuan sosial 14,6 persen.

“Tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Ridwan Kamil secara global mencapai 83,4 persen,” ujar Idil.

Di sisi lain, Idil menyebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar dinilai kurang dalam melakukan sosialisasi program-program unggulannya. Seperti program Kredit Mesra yang baru diketahui 4,9 persen koresponden. 

Baca Juga: Waspadai Hujan Petir di Sore Hari, Ini Prakiraan Cuaca Kota Bogor Kamis 10 Februari 2022

“Masyarakat juga menilai Pemprov Jabar kurang berhasil dalam menjaga harga kebutuhan pokok yang masih terhitung mahal. Tak hanya itu, angka pengangguran dan kemiskinan pun bertambah di masa pandemi sekarang ini,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Wijayanti Putrisejati

Sumber: suarabogor.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X