Dirugikan Senilai Rp8,6 Triliun, Ratusan Nasabah KSB Gelar Aksi Unjuk Rasa di Kantor KSB

- Kamis, 20 Januari 2022 | 21:57 WIB
Ratusan nasabah KSB gelar aksi unjuk rasa di Kantor KSB, di Jalan Lodaya, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.  (ayobogor/Yogi Faisal)
Ratusan nasabah KSB gelar aksi unjuk rasa di Kantor KSB, di Jalan Lodaya, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. (ayobogor/Yogi Faisal)

AYOBOGOR.COM -- Sekitar seratus orang lebih masa aksi yang terdiri dari nasabah Koperasi Simpan Pinjam Sejahtera Bersama (KSP-SB), menggelar aksi unjuk rasa di Jalan Lodaya, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

Selain menggelar aksi unjuk rasa, sebagian masa aksi juga tengah melakukan mediasi dengan pihak manajemen Koperasi Sejahtera Bersama (KSB), di Kantor KSB di Jalan Raya Pajajaran Nomor 1 Kota Bogor yang berjarak sekitar 50 meter dari titik masa aksi berunjukrasa.

Pantauan ayobogor.com di lokasi, ratusan masa aksi berunjukrasa rasa dengan menggunakan sejumlah atribut. Mulai dari penggunaan pita hitam di lengan kanan sebagai simbol duka, hingga puluhan poster bertuliskan kritikan, kecaman dan hinaan untuk manajemen KSB lengkap dibawa masa aksi saat berunjukrasa.

Baca Juga: Manajemen Zentrum Bogor Buka Paksa Segel yang Terpasang, Ini Alasannya 

Tak hanya itu, poster bertuliskan yang menyebut pihak manajemen sudah merampok uang rakyat dan nasabah, juga ikut dibentangkan masa aksi sebagai bentuk protes. Bahkan poster bertuliskan pihak KSB sudah merampok uang anggota koperasi juga diacungkan masa aksi sebagai bentuk luapan kekesalannya.

Perwakilan masa aksi yang juga nasabah KSB Irwansyah mengatakan, aksi unjuk rasa yang dilakukan pihaknya ini merupakan bentuk kekecewaan nasabah KSB sejak 2 tahun lalu.

Di mana para nasabah sudah menanti begitu lama soal kejelasan nasibnya saat hendak melakukan pencairan dananya kepada pihak manajemen KSB.

Baca Juga: Back To Basics Jadi Strategi Andalan Ditjenpas Untuk Wujudkan Good and Clean Governance di 2022

Berdasarkan data yang ada padanya, setidaknya ada 54 ribu nasabah KSB yang dirugikan oleh pihak manajemen. Di mana total kerugian yang dialami nasabah mencapai Rp8,6 triliun.

Halaman:

Editor: Andres Fatubun

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X