Kisruh Dualisme At-Taufiq dan Al-Irsyad, Kadisdik: Jangan Sampai Murid Jadi Korban

- Rabu, 19 Januari 2022 | 00:11 WIB
Ketua Yayasan At-Taufiq Bogor Syarief Ahmad Abdul Kadir Azz, Pembina Yayasan At Taufiq Bogor Said Awad Hayaza dan Direktur Lembaga Pendidikan At Taufiq Bogor, Irma Dewiyana, saat mendatangi Kantor Dinas Pendidikan Kota Bogor.  (ayobogor.com/Yogi Faisal)
Ketua Yayasan At-Taufiq Bogor Syarief Ahmad Abdul Kadir Azz, Pembina Yayasan At Taufiq Bogor Said Awad Hayaza dan Direktur Lembaga Pendidikan At Taufiq Bogor, Irma Dewiyana, saat mendatangi Kantor Dinas Pendidikan Kota Bogor. (ayobogor.com/Yogi Faisal)

BOGORUTARA,AYOBOGOR.COM - Dualisme manajemen yang terjadi di tubuh Yayasan At-Taufiq terus bergulir. 

Teranyar, Ketua Yayasan At-Taufiq Bogor (Yatib), Syarief Ahmad Abdul Kadir bersama Pembina Yatib Said Awad Hayaza dan Direktur Lembaga Pendidikan Islamic Centre At Taufiq Irma Dewiyana menemui Kepala Dinas Pendidikan di Kantor Dinas Pendidikan Kota Bogor untuk membicarakan kisruh dualisme manajemen tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, pihak Yatib meminta secara resmi kepada Dinas Pendidikan Kota Bogor untuk menyelenggarakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dan konflik dualisme antara Yayasan At-Taufiq dengan Yayasan Al-Irsyad dikembalikan ke pihak yayasan. 

Baca Juga: Bima Arya Menggebu-gebu Saat Pimpin Apel Satpol-PP Kota Bogor, Ingatkan Jajaran Tak Main Belakang

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Hanafi mengatakan, bahwa konflik dualisme antara Yayasan Islam At-Taufiq dan Yayasan Al-Irsyad ini terjadi sejak 2013 lalu, dan sebetulnya sudah diselesaikan oleh kepala dinas sebelumnya. 

Namun, semenjak dirinya menjabat kepala dinas pendidikan, kedua belah pihak ini datang kembali karena kisruh antar keduanya kembali meruncing.

"Kami tidak mau terlalu dalam berkecimpung dalam kisruh internal yayasan. Kepentingan pemerintah hanya satu yaitu menyelamatkan kegiatan belajar mengajar (KBM). Karena kami melihat di dalamnya itu ada murid. Sehingga dengan SK Walikota kami menugaskan Plt Kepala SD dan Plt Kepala SMP, namun ditengah perjalanan tidak didukung secara utuh," katanya, Selasa 18 Januari 2022.

Baca Juga: Apes, Residivis Pencuri Mobil Pickup Dicokok Polisi Saat Baru Sekali Beraksi di Bogor

Menurutnya, dalam menjalankan KBM itu tentu ada tahapannya yaitu berapa jumlah guru, kemudian operasional hingga Data Pokok Kependidikan (Dapodik).

Halaman:

Editor: Wijayanti Putrisejati

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X