Gelar Rakor dengan Pengampu Wilayah di Jabodetabek, BPTJ: Beban Transportasi di Jakarta Sudah Sangat Berat

- Sabtu, 15 Januari 2022 | 18:07 WIB
Pemerintah Kota Bogor kembali meresmikan dua koridor baru Biskita Transpakuan. (ayobogor.id/Yogi Faisal)
Pemerintah Kota Bogor kembali meresmikan dua koridor baru Biskita Transpakuan. (ayobogor.id/Yogi Faisal)

CIAWI,AYOBOGOR.COM– Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan, Budi Setiadi menyebut beban transportasi di Jakarta saat ini sudah terlalu berat. Sehingga membutuhkan sokongan dari wilayah sekitar. Dalam hal ini kota.kabupaten aglomerasi Jabodetabek. 

“Saat ini kita melihat bagaimana pergerakan transportasi terutama di wilayah aglomerasi Jabodetabek saat ini sudah sedemikian berat. Kalau tidak ada koordinasi antar wilayah, beban Jakarta akan menjadi berat, untuk itu perlu komunikasi, koordinasi dan kajian secara kolaborasi,” kata Budi usai Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Pengelolaan Transportasi Jabodetabek, di Hotel Pullman Ciawi Vimala Hills, Kabupaten Bogor, Jumat 14 Januari 2022, sebagaimana dilansir dari Republika

Apalagi lanjutnya, sebagaimana yang diamanatkan dalam  Undang-Undang Nomor 22, dalam menyelenggarakan keselamatan keamanan transportasi tidak hanya dilakukan oleh satu institusi. Namun semua stakeholder di dalamnya harus terlibat. Karena itu diperlukan kolaborasi dan sinergi semua pihak. 

Baca Juga: Ganjil Genap Diberlakukan di Kota Bogor Akhir Pekan Ini, Kapolresta: Ribuan Kendaraan Diputar Balik

“Dalam UU Nomor 22 menyebutkan Pemerintah harus hadir dalam memberikan angkutan umum yang aman, nyaman dan murah bagi masyarakat. Salah satu upaya untuk mewujudkan hal itu adalah dengan menyiapkan Buy The Service (BTS), LRT dan angkutan ramah lingkungan,” ucapnya.

Selain itu, agar masyarakat yang menggunakan transportasi umum merasa nyaman, pihaknya juga tengah memperbaiki sejumlah terminal tipe A yang ada. Sebab, menurut Budi, Terminal tipe B yang dikelola provinsi dan terminal tipe C yang dikelola daerah, seharusnya bisa setipe.

“Kami melihat terminal-terminal tipe C yang ada di kabupaten/kota, jika dilihat dari letak geografisnya sangat memiliki potensi dan bisa dikerjasamakan dengan pihak swasta. Sehingga, di terminal nantinya ada pusat bisnis, pusat pendidikan, dan rumah sakit,” ucapnya.

Baca Juga: Kunjungi Yamaha Flagship Shop Jakarta dan Manfaatkan Program Serta Diskon Yang Menarik

Sementara itu, Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto mengatakan dalam pertemuan tersebut Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor diminta terus intens berkomunikasi terkait terminal batas kota, pengaturan angkot masuk ke Kota Bogor. Selain itu dibahas juga percepatan perencanaan Transit Oriented Development (TOD) Sukaresmi.

Halaman:

Editor: Wijayanti Putrisejati

Sumber: Republika

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X