Digadang Mampu Genjot PDB Hingga Rp80 Triliun, Ekonomi Syariah Mulai Dilirik Pemerintah

- Senin, 27 Desember 2021 | 17:09 WIB
Digadang mampu genjot PDB hingga Rp80 triliun, Ekonomi Syariah mulai dilirik pemerintah. (ayobogor.com/Tangkapan Layar)
Digadang mampu genjot PDB hingga Rp80 triliun, Ekonomi Syariah mulai dilirik pemerintah. (ayobogor.com/Tangkapan Layar)

BOGORTENGAH,AYOBOGOR.COM-- Pemerintah menargetkan pada 2045 Indonesia menjadi negara maju. Oleh karenanya sejumlah kebijakan ekonomi pun mulai dilakukan demi mewujudkan Indonesia menjadi negara maju di 2045 mendatang.

Deputi Direktur Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia (BI), Prijono mengungkapkan, ada dua cara yang dapat dilakukan dalam transformasi ekonomi agar visi Indonesia menjadi negara maju dapat tercapai.

"Pertama, dengan memperkuat sektor-sektor utama atau unggulan. Yang kedua adalah melalui pengembangan ekonomi dan keuangan syariah," ujar Prijono dalam webinar bertajuk "Sharia Economic and Finance Outlook 2022: Making Indonesia as the Center of the World Sharia Economy” akhir pekan kemarin.

Baca Juga: Double Track Bogor-Sukabumi Ditarget Beroperasi Maret 2022 Mendatang

Prijono menilai, dua hal tersebut bukan tanpa alasan. Menurutnya saat ini banyak negara di dunia yang menjadikan ekonomi dan keuangan syariah sebagai tulang punggung perekonomiannya, bahkan termasuk negara yang mayoritas penduduknya bukan muslim.

"Sebut saja misalnya ada Australia yang bisa menghasilkan daging halal. kemudian di Brazil dengan unggasnya, kemudian yang keuangan syariah di negara-negara eropa. Ini menunjukkan ekonomi syariah sudah mendapatkan tempat tidak hanya di negara-negara yang mayoritas berpenduduk muslim," ungkapnya.

Menurutnya, ekonomi syariah juga berpotensi dapat meningkatkan Produk domestik bruto (PDB) Nasional hingga USD5,1 miliar per tahunnya atau setara dengan Rp80 triliun. Hal ini berdasarkan laporan Indonesia Halal Market Report 2021/ 2022.

Baca Juga: Tekan Angka Kekerasan Terhadap Anak, GMPI Gelar Edukasi Masyarakat di Wilayah Tertinggal

Untuk mencapai itu, sambungan, ada tiga hal yang dapat ditempuh. Pertama, mendorong pertumbuhan ekspor produk halal. Selanjutnya menarik investasi asing langsung/ Foreign Direct Investment (FDI), dan terakhir adalah substitusi impor.

Halaman:

Editor: Wijayanti Putrisejati

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kata Mereka Tentang Yamaha Fazzio Hybrid – Connected

Selasa, 25 Januari 2022 | 17:22 WIB
X