Jawab Keresahan Publik, BRIN Kaji Dampak Glow Terhadap Koleksi Flora dan Fauna Kebun Raya Bogor

- Kamis, 25 November 2021 | 09:48 WIB
Peneliti saat melakukan penelitian terhadap sejumlah koleksi pohon dan tanaman yang ada di area wisata malam Glow Kebun Raya Bogor.  (Dok Kebun Raya Bogor)
Peneliti saat melakukan penelitian terhadap sejumlah koleksi pohon dan tanaman yang ada di area wisata malam Glow Kebun Raya Bogor. (Dok Kebun Raya Bogor)

BOGOR TENGAH,AYOBOGOR.COM-- Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) buka suara terkait kajian ilmiah yang akan dilakukan mengenai dampak adanya wisata malam GLOW terhadap flora dan fauna yang ada di Kebun Raya Bogor. Menyusul banyaknya pihak yang mempertanyakannya.

Plt Kepala Pusat Riset Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor BRIN, Sukma Surya Kusumah mengatakan, penelitian tersebut akan dilakukan BRIN beserta sejumlah pihak lintas bidang Organisasi Riset (OR) termasuk peneliti yang berasal dari IPB University.

Riset tersebut dilakukan untuk melihat adakah dampak yang ditimbulkan dari keberadaan wisata malam Glow terhadap keberlangsungan flora dan fauna yang ada di Kebun Raya Bogor.

Baca Juga: Pemkot Bogor Ingin Tarif Gratis Bus Kita Diperpanjang Hingga Tahun Depan

Setidaknya ada tiga riset yang akan dilakukan pihaknya untuk melihat perubahan karakteristik hewan dan tumbuhan yang ada di Kebun Raya Bogor.

Pertama, riset tersebut akan mendalami mengenai topik permodelan spasial dampak cahaya malam buatan terhadap kesehatan tumbuhan menggunakan alat Unmanned Aerial Vehicle.

Dimana penelitian tersebut mengidentifikasi area dan tumbuhan yang terpapar cahaya malam buatan yang ada di GLOW, baik dari dalam maupun luar kawasan Kebun Raya Bogor.

Rencananya penelitian tersebut akan dilakukan selama satu tahun mulai Januari 2022 hingga Desember 2022, yang akan menyasar pada sekitar 300 pohon yang ada di Kebun Raya Bogor sebagai sampel penelitian.

Baca Juga: Geliatkan Sektor Pertanian, Pemkab Bogor Luncurkan Gerakan Tanam Padi 7000 Hektare Lahan

"Kami akan menganalisis dampak cahaya malam buatan terhadap kandungan klorofil dan nitrogen pada daun tumbuhan yang terpapar. Dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi dampak cahaya malam buatan terhadap tumbuhan, dan membangun model spasial kerentanan tumbuhan terhadap cahaya malam buatan," katanya, Kamis, 25 November 2021.

Kedua, penelitian untuk menganalisis pengaruh cahaya malam buatan pada fungsi-fungsi ekofisiologi beberapa jenis tumbuhan tropis Kebun Raya Bogor.

"Kalau yang ini penelitian telah dimulai sejak November 2021 dan direncanakan akan selesai pada bulan Desember 2022. Penelitian ini dilakukan oleh tim peneliti Pusat Riset Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya (OR Ilmu Pengetahuan Hayati), Pusat Riset Fisika (OR Ilmu Pengetahuan Teknik), dan OR Tenaga Nuklir, serta IPB University," ujarnya.

Baca Juga: Mengintip Beragam Produk Olahan Kampung Herbal di Kecamatan Gunungputri Bogor

Ketiga, para peneliti juga akan mengkaji pengaruh dampak cahaya malam buatan pada fungsi-fungsi ekofisiologi beberapa jenis tumbuhan tropis. Penelitian tersebut dilakukan untuk mengetahui spektrum (panjang gelombang) dampak cahaya malam buatan terhadap tanaman. Minimal untuk mengetahui dampak cahaya terhadap fungsi-fungsi ekofisiologi tumbuhan tropis.

"Parameter yang akan diamati dalam penelitian tersebut antara lain panjang daun, luas daun, ketebalan daun, warna daun, kerapatan stomata, konduktansi stomata, klorofil total, laju fotosintesis, laju respirasi, senyawa metabolit sekunder, dan ekspresi gen. Ini semua akan kami amati lewat tipe cahaya, intensitas, dan durasi," jelasnya.

Studi lapangan dan studi eksperimental botani yang dilakukan dalam penelitian ini akan berjalan selama enam bulan. Studi lapangan akan menggunakan kurang lebih 24 sampel per jenis. Sementara studi eksperimental akan menggunakan 162 sampel per jenis.

Baca Juga: Diduga Bunuh Diri, Pria di Bogor Tewas Setelah Melemparkan Diri ke Kereta yang Tengah Melintas

Halaman:

Editor: Wijayanti Putrisejati

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Rendah, Serapan Anggaran Pemkot Bogor Baru 63 Persen

Jumat, 26 November 2021 | 16:43 WIB
X