Mengintip Beragam Produk Olahan Kampung Herbal di Kecamatan Gunungputri Bogor

- Rabu, 24 November 2021 | 17:06 WIB
Bupati Bogor Ade Yasin bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bogor Halimatu Sadiyah Iwan saat berkunjung ke Kampung Herbal di Villa Permata Mas, Desa Bojong Nangka, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.  (Dok Pemkab Bogor)
Bupati Bogor Ade Yasin bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bogor Halimatu Sadiyah Iwan saat berkunjung ke Kampung Herbal di Villa Permata Mas, Desa Bojong Nangka, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor. (Dok Pemkab Bogor)

GUNUNGPUTRI,AYOBOGOR.COM - Bupati Bogor, Ade Yasin meresmikan Kampung Herbal di Villa Permata Mas, Desa Bojong Nangka, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Rabu, 24 November 2021.

Ia memaparkan, Kampung Herbal sendiri terbentuk dari gerakan masyarakat yang secara kompak menanam berbagai jenis herbal di pekarangan rumahnya.

Jenis herbal yang ditanam masyarakat pun beragam. Seperti jahe merah, sereh, lengkuas dan beragam jenis tanaman herbal lainnya. Bahkan masyarakat juga menanam beragam sayur mayur dengan media tanam hidroponik.

Baca Juga: Diduga Bunuh Diri, Pria di Bogor Tewas Setelah Melemparkan Diri ke Kereta yang Tengah Melintas

"Ini luar biasa, warga di kampung ini semuanya punya kesadaran yang tinggi dalam memelihara lingkungannya, dengan menanam tanaman yang bermanfaat untuk keluarga maupun bisa bernilai ekonomis," kata Ade.

Tak hanya itu, masyarakat di Desa Bojong Nangka juga ikut menanam jahe merah hasil kerjasama PKK Kabupaten Bogor dengan PT Bintang Toedjoe. Bahkan, pada peresmian Kampung Herbal itu juga sempat diwarnai dengan kegiatan panen jahe merah.

Rencananya hasil panen jahe merah tersebut akan dijual kepada pihak PT Bintang Toedjoe, sebagai salah satu bahan baku dalam membuat obat herbal.

Baca Juga: Jaga Stabilitas Jaringan, XL Axiata Kembangkan Teknologi Smart Massive MIMO di Sirkuit Mandalika

"Bibit jahe merah ini didapat masyarakat dari PT Bintang Toedjoe. Ditanam oleh warga dan hasilnya dijual kembali ke PT Bintang Toedjoe. Tentunya ini kolaborasi yang sangat baik," pujinya.

Selain menjadi bahan baku obat-obatan herbal, hasil panen Kampung Herbal juga diolah masyarakat menjadi beragam olahan makanan dan minuman.

"Tadi juga saya lihat ada keripik daun kelor, ada minuman jahe, lemon, sereh dan lain-lain. Saya kira ini luar biasa, ini bisa jadi objek wisata juga karena kondisi kampungnya juga rapi dan bersih. Jadi kalau di Tamansari ada wisata tanaman hias, di sini juga ada wisata tanaman herbal sehingga semakin memperkaya pilihan wisata Kabupaten Bogor," ungkapnya.

Baca Juga: Pemkot Bogor Ingin Tarif Gratis Bus Kita Diperpanjang Hingga Tahun Depan

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bogor, Halimatu Sadiyah Iwan menjelaskan, pada dasarnya proses pembangunan dan pembinaan wilayah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja melainkan seluruh pihak.

Seperti yang dilakukan pihaknya bersama PT Bintang Toedjoe di Kampung Herbal di Villa Permata Mas, Desa Bojong Nangka, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

Ia menerangkan, Program Kampung Herbal yang didukung PT Bintang Toedjoe merupakan program yang tepat guna dan berdaya guna di tengah situasi dan kondisi masyarakat yang sedang menghadapi pandemi Covid-19.

Baca Juga: Dukung Kemajuan UMKM, bank bjb Jalin Kerja Sama Pemkab Bekasi

Tanaman herbal bukan hanya untuk sekedar koleksi atau penghias halaman rumah. Tapi harus menjadi alternatif lain dalam hal pengobatan serta memiliki nilai ekonomi yang sangat baik untuk dikembangkan.

“Saya mengajak kepada seluruh kader PKK agar senantiasa menjaga dan memelihara warisan nenek moyang kita dengan memanfaatkan tanaman herbal yang ada disekitar kita, sebagai pengobatan alternatif selain penggunaan obat berbahan kimia. Semoga kedepannya kerjasama ini bisa berkembang hingga merambah ke desa-desa lain yang ada di wilayah Kabupaten Bogor,” ujarnya.***

Halaman:

Editor: Wijayanti Putrisejati

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Batal Naik, UMK Kabupaten Bogor Masih Rp4.217.206

Rabu, 1 Desember 2021 | 16:18 WIB

Rendah, Serapan Anggaran Pemkot Bogor Baru 63 Persen

Jumat, 26 November 2021 | 16:43 WIB
X