PPKM Level 3 Serentak Saat Libur Nataru, Pemkot Bogor Kembali Berlakukan Ganjil Genap

- Selasa, 23 November 2021 | 10:51 WIB
Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro  (Ayobogor/Yogi Faisal)
Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro (Ayobogor/Yogi Faisal)

BOGOR TENGAH,AYOBOGOR.COM-- Kebijakan ganjil genap kembali akan diberlakukan jajaran Polresta Bogor Kota dalam waktu dekat ini. Sejalan dengan kebijakan Pemerintah Pusat yang akan menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 secara serentak di seluruh daerah di Indonesia saat Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) pada 24 Desember hingga 2 Januari 2022 mendatang.

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan, jika pemerintah pusat memberlakukan PPKM level 3 pada libur natal dan tahun baru nanti, tentunya pihaknya akan akan kembali memberlakukan aturan ganjil genap di kota hujan untuk membatasi mobilitas masyarakat di masa PPKM evel 3.

"Tentunya kami mengikuti kebijakan Pemerintah Pusat. Kalau Kota Bogor kembali ke PPKM level 3, tentunya kami akan memberikan pembatasan mobilitas bagi masyarakat. Dengan ganjil genap misalnya," katanya, Selasa 23 November 2021.

Baca Juga: Begini Kronologi Pembacokan Supir Taksi dan Pedagang Bensin Eceran di Bogor Akhir Pekan Lalu

Kendati demikian, pihaknya masih menunggu instruksi dari pemerintah pusat terkait mekanisme pembatasan pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) mendatang.

"Untuk teknis PPKM Level 3 pada Nataru nanti kami akan menyesuaikan dengan kebijakan pemerintah pusat. Yang jelas, kalau Kota Bogor PPKM Level 3, kami akan kembali menerapkan sejumlah pembatasan mobilitas," ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Bogor, Bima Arya menilai kebijakan tersebut diambil untuk mengantisipasi potensi penyebaran dan lonjakan kasus Covid-19 di sejumlah wilayah pasca momen liburan natal dan tahun baru (Nataru).

Baca Juga: Ditinggal Pergi ke Tempat Saudara, Satu Rumah di Kampung Ciheuleut Pakuan Dilalap Api

"Kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Pusat ini sebagai langkah antisipatif kedepannya. Karena setiap kali selesai libur panjang biasanya kasus Covid-19 selalu naik," ungkapnya.

Meski kebijakan tersebut akan berdampak pada sektor ekonomi, Bima meyakini jika dampak tersebut tak seberapa jika dibandingkan dengan potensi dari dampak yang akan terjadi akibat lonjakan kasus Covid-19 di kemudian hari.

"Lebih baik aturan diperketat, ekonomi agak sedikit tersendat. Dari pada kasus Covid-19 melonjak, dan membuat sektor-sektor yang sudah beroperasi harus kembali ditutup. Dari pada kebobolan, nanti ekonomi dropnya lebih parah," ujarnya.

Baca Juga: Begini Cara Kementan Jaga Ketahanan Pangan Nasional di Masa Pandemi Covid-19

Apalagi saat ini, kondisi kasus Covid-19 Kota Bogor cenderung terkendali sehingga harus terus dipertahankan dan antisipasi agar kasusnya tidak kembali naik.

"Kebijakan ini juga memberikan pesan kepada kita semua bahwa Pandemi Covid-19 ini belum selesai, jadi sebaiknya liburan akhir tahun ini tidak ke mana-mana juga," ungkapnya.

Dalam waktu dekat, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan mengeluarkan aturan khusus soal teknis PPKM level 3 di Kota Bogor. Termasuk pembatasan orang saat berada di luar rumah atau melakukan aktivitas keseharian.

"Minggu ini saya bersama pak kapolres akan koordinasi memberlakukan kebijakan terkait dengan PPKK level 3. Kebijakan-kebijakan yang menghindari melonjaknya kunjungan pada libur Nataru nanti," tutupnya.***

 

Halaman:

Editor: Wijayanti Putrisejati

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Batal Naik, UMK Kabupaten Bogor Masih Rp4.217.206

Rabu, 1 Desember 2021 | 16:18 WIB
X