Begini Kronologi Pembacokan Supir Taksi dan Pedagang Bensin Eceran di Bogor Akhir Pekan Lalu

- Senin, 22 November 2021 | 18:43 WIB
Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro (kanan) saat memberikan keterangan resmi kepada awak media. (Yogi Faisal)
Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro (kanan) saat memberikan keterangan resmi kepada awak media. (Yogi Faisal)

BOGOR UTARA,AYOBOGOR.COM-- Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Dhoni Erwanto angkat suara terkait kronologi penyerangan yang dilakukan oleh sekelompok remaja terhadap supir taksi dan pemilik warung bensin eceran di wilayah Kota Bogor pada 6 November 2021 lalu.

Ia memaparkan, untuk peristiwa pembacokan supir taksi terjadi sekitar pukul 05.00 WIB. Saat itu korban yang bernama Yasin tengah memarkir kendaraannya di Jalan Gunung Gede, Kelurahan Babakan, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

Tanpa alasan yang jelas, tiba-tiba keempat pelaku melakukan penyerangan terhadap Yasin dengan senjata tajam. Yasin yang saat itu mencoba melawan, mendapatkan sejumlah luka bacok akibat senjata tajam yang dibawa pelaku.

Baca Juga: Buntut 24 Siswa dan Guru SDN Sukadamai 2 Positif Covid-19, Pemkot Bogor Tracing 200 Lebih Kontak Erat

Yasin menderita luka bacok di paha sebelah kiri atas dan lutut. Akibatnya korban meninggal dunia saat dibawa oleh warga ke RS PMO Kota Bogor pada pukul 06.30 WIB.

"Korban meninggal dunia akibat kehabisan darah lantaran luka bacok yang diterimanya. Handphone korban dan sejumlah uang milik korban juga sempat dibawa kabur oleh para pelaku," katanya kepada awak media Senin, 22 November 2021.

Tak hanya itu, keempat pelaku itu juga melakukan tindak kejahatan kepada anak pemilik warung bensin eceran di Kelurahan Tegal Gundil, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor.

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, 11 November 2021 sekitar pukul 04.15 WIB. Saat itu para pelaku sedang berkeliling dan mencari mangsa.

Baca Juga: Begini Cara Kementan Jaga Ketahanan Pangan Nasional di Masa Pandemi Covid-19

Saat tiba di lokasi, para pelaku langsung menodongkan celurit ke arah korban seraya meminta uang dan handphone milik korban. Kesal tidak diberikan uang dan handphone oleh korban, tanpa basa-basi pelaku langsung membacok korban.

"Karena sempat memberikan perlawanan, korban yang masih berusia di bawah umur menderita luka bacok di pinggang sebelah kiri," ujarnya.

Di tempat yang sama, Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengaku akan serius dalam menangani kasus kekerasan yang terjadi di Kota Bogor.

Baca Juga: Genjot Ekspor Nasional, bank bjb Jalin Kerja Sama dengan Indonesia Eximbank

"Kami akan serius menangani kasus kekerasan di Kota Bogor karena ini menimbulkan ketakutan di masyarakat, terlebih saat ini kondisi masih pandemi covid-19," tegasnya.

Pihaknya juga menghimbau kepada masyarakat agar sesegera mungkin melaporkan jika menemukan adanya sekelompok remaja yang mencurigakan di wilayahnya.

"Saya himbau masyarakat kalau melihat kelompok-kelompok berkerumun dan mencurigakan agar langsung melapor kepada kami. Karena para pelaku melancarkan aksinya secara acak di jam-jam sepi," pesannya.

Atas perbuatannya itu, para pelaku dikenakan 356 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pencurian dengan kekerasan, dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.***

Editor: Wijayanti Putrisejati

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Rendah, Serapan Anggaran Pemkot Bogor Baru 63 Persen

Jumat, 26 November 2021 | 16:43 WIB
X