Buntut 24 Siswa dan Guru SDN Sukadamai 2 Positif Covid-19, Pemkot Bogor Tracing 200 Lebih Kontak Erat

- Senin, 22 November 2021 | 18:22 WIB
Salah seorang wali murid SDN Sukadamai 2 saat menjalani tracing di Puskesmas Mekarwangi, Kecamatan Tanahsareal, Kota Bogor. (Yogi Faisal)
Salah seorang wali murid SDN Sukadamai 2 saat menjalani tracing di Puskesmas Mekarwangi, Kecamatan Tanahsareal, Kota Bogor. (Yogi Faisal)

TANAHSAREAL,AYOBOGOR.COM-- Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor langsung melakukan tracing sebagai buntut atas temuan 24 siswa dan guru di SDN Sukadamai 2 di Kelurahan Sukadamai, Kecamatan Tanah Sareal yang terkonfirmasi positif Covid-19, pada Sabtu 20 November 2021 lalu.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, Hanafi mengatakan, tracing tersebut dilakukan kepada orang-orang yang memiliki riwayat kontak erat dengan 24 pasien positif Covid-19 di SDN Sukadamai 2.

"Tracing kami lakukan kepada mereka yang memiliki kontak erat dengan 24 kasus positif Covid-19 di SDN Sukadamai 2. Baik itu teman, keluarga, hingga orangtua murid," katanya, Senin, 22 November 2021.

Baca Juga: Ditinggal Pergi ke Tempat Saudara, Satu Rumah di Kampung Ciheuleut Pakuan Dilalap Api

Tracing tersebut dilakukan terhadap 210 orang yang merupakan guru, siswa dan orangtua murid yang memiliki kontak erat. Tracing dilakukan di Puskesmas Mekarwangi.

Sedangkan akibat temuan 24 kasus positif Covid-19 itu, pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di SDN Sukadamai 2 dihentikan selama 10 hari kedepan.

"Penghentian PTM itu kami lakukan sesuai dengan aturan yang berlaku. Kami juga langsung menginstruksikan kepada instansi terkait untuk melakukan tracing atas temuan kasus positif ini," ungkapnya.

Sebanyak 24 kasus positif Covid-19 tersebut diketahui berdasarkan hasil tracing yang dilakukan pihaknya. Karena sebelumnya pada Rabu, 17 November 2021 lalu di sekolah tersebut diketahui terdapat lima kasus positif Covid-19.

Baca Juga: Begini Cara Kementan Jaga Ketahanan Pangan Nasional di Masa Pandemi Covid-19

"Kami melakukan tracing kepada 50 yang kontak erat, dan ditemukanlah 24 kasus positif Covid-19 yang terdiri dari 14 siswa dan 10 guru," ujarnya.

Kendati demikian, Pemkot Bogor masih dapat bernafas lega. Sebab dari 24 kasus positif tersebut semuanya tanpa gejala. Hal ini menunjukkan bahwa saat ini herd immunity masyarakat sudah mulai terbentuk.

"Semuanya tanpa gejala dan saat ini sedang menjalani isolasi mandiri. Saya kira ini indikasi herd immunity sudah terbentuk. Mudah-mudahan kasus ini bukan indikasi gelombang ketiga. Semoga saja ini indikasi herd immunity," tutupnya.***

Editor: Wijayanti Putrisejati

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Rendah, Serapan Anggaran Pemkot Bogor Baru 63 Persen

Jumat, 26 November 2021 | 16:43 WIB
X