Pembangunan Pedestrian dan Jalur Sepeda di Jalan Jendral Sudirman Jadi Sorotan

- Jumat, 12 November 2021 | 13:12 WIB
Pembangunan Pedestrian dan Jalur Sepeda di Jalan Jendral Sudirman Jadi Sorotan
Pembangunan Pedestrian dan Jalur Sepeda di Jalan Jendral Sudirman Jadi Sorotan

 
BOGOR TENGAH, AYOBOGOR - Dalam waktu dekat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan membangun jalur pedestrian dan jalur sepeda di Jalan Jendral Sudirman, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. Rencananya jalur pedestarian dan jalur sepeda tersebut akan memiliki panjang sekitar 1 kilometer.
 
Berdasarkan data yang ada pada Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Bogor, proyek yang memiliki pagu senilai Rp 5.053.568.003 itu sudah memiliki pemenang. Adapun, pemenang proyek ini jatuh ke CV Putra Tanggeung asal Kabupaten Cianjur, Jawa Barat dengan harga penawaran sebesar Rp 4.664.622.136,57.
 
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor Chusnul Rozaqi, mengatakan jalur sepeda yang akan dibuat di Jalan Sudirman hanya di buat di sisi kiri saja. Tepatnya dari arah Air Mancur hingga Denpom III/1 Bogor sepanjang 1 kilometer. 
 
"Jadi nanti akan terintegrasi dengan jalur pedestarian yang ada di Jalur Sistem Satu Arah (SSA) Kebun Raya Bogor. Untuk konsepnya juga hampir sama," katanya, Jumat 12 November 2021.
 
Pembangunan pedestarian itu nantinya bakal berimbas pada pelebaran jalan raya jendral sudirman, sekitar 1,5 meter. 
 
"tapi tetap lajur jalan masih ada 4 lajur, dan tidak akan berdampak signifikan pada arus lalulintas," ujarnya.
 
Saat ini proses lelang pada lpse sudah masuk dalam tahap masa sanggah di mana cv tjandra winata karya keluar sebagai pemenang lelang.
 
Chusnul memastikan, untuk konsep pembangunan pedestarian dan jalur sepeda tersebut tidak berbeda jauh dengan konsep pembangunan pedestarian dan jalur sepeda yang ada di ssa kebun raya bogor.
 
Selain dalam rangka mempercantik pusat kota, pembangunan pedestarian dan jalur sepeda itu demi memfasilitasi minat masyarakat yang tengah suka bersepeda di setiap akhir pekan dan libur nasional.
 
Selain itu kondisi trotoar di kawasan tersebut kerap kali disalahgunakan untuk parkir liar dan pedagang kaki lima.
 
"Dari pada disalahgunakan untuk parkir liar dan tempat berjualan lebih baik kami manfaatkan untuk trotoar dan jalur sepeda. apalagi animo masyarakat untuk bersepeda sedang tinggi," tukasnya.
 
Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto mengatakan, pihaknya sudah mengintruksikan kepada masing-masing komisi untuk menguatkan kembali fungsi pengawasan yang ada di DPRD. Khususnya kepada jajaran Komisi III DPRD Kota Bogor yang menaungi permasalahan pembangunan.
 
"Komisi masing-masing sudah kami sampaikan untuk menguatkan lagi pengawasan mereka, terhadap semua pekerjaan yang dilakukan mitra kerjanya di instansi-instansi. Terutama terkait pembangunan yang ada di Komisi III," katanya.
 
Atang juga mengaku geram dengan proyek pembangunan yang tengah dilakukan Pemkot Bogor saat ini. Sebab sebelumnya, pihaknya sudah menyampaikan jangan sampai ada pembangunan yang dilakukan pada semester akhir atau di triwulan akhir.
 
"Dari awal sudah kami sampai bahwa pemerintah jangan terbiasa untuk kemudian melakukan semua pekerjaan di dalam semester terakhir atau di triwulan terakhir. Karena ini sangat rentan terjadinya kegagalan atau tertundanya pekerjaan. Apalagi akhir tahun ini Kota Bogor masuki musim penghujan," ujarnya.
 
Atang menilai, dengan banyaknya proyek fisik yang sedang dilakukan Pemkot Bogor menjadi salah satu cerminan, jika menejemen tata kelola pemerintahan selama ini tidak baik
 
"Saya kira dengan banyaknya proyek fisik yang sedang dibangun ini menunjukkan menejemen tata kelola pemerintahan selama ini itu tidak baik. Jadi kalau tata kelola pemerintahan tertata dengan baik pekerjaan dapat terdistribusi merata di semua tempat," tutupnya.

Editor: Husnul Khatimah

Tags

Terkini

Batal Naik, UMK Kabupaten Bogor Masih Rp4.217.206

Rabu, 1 Desember 2021 | 16:18 WIB

Eksekusi Rumah Yatim Piatu di Bogor Berujung Ricuh

Selasa, 30 November 2021 | 20:01 WIB
X