Banyak Proyek Pembangunan yang Meleset Target Pengerjaan, Dewan: Menejemen Tata Kelola Pemerintah Tidak Baik

- Kamis, 11 November 2021 | 12:33 WIB
Ketua Dprd Kota Bogor (Yogi Faisal)
Ketua Dprd Kota Bogor (Yogi Faisal)
 
BOGOR TENGAH, AYOBOGOR - Sejumlah proyek pembangunan infrastruktur di Kota Bogor saat ini tengah jadi sorotan. Pasalnya sejumlah proyek pembangunan infrastruktur di Kota Bogor mengalami kemunduran dari target pengerjaan yang sudah ditetapkan atau deviasi dalam pengerjaannya.
 
Seperti pembangunan Masjid Agung Kota Bogor yang mengalami deviasi sebanyak 9 persen dari target pengerjaan, pembangunan pedestarian di Jalan Juanda yang mengalami deviasi 5 persen, hingga pembangunan gedung perpustakaan di atas lahan eks Gedung DPRD Kota Bogor lama yang juga mengalami deviasi sebanyak 5 persen.
 
Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto mengatakan, pihaknya sudah mengintruksikan kepada masing-masing komisi untuk menguatkan kembali fungsi pengawasan yang ada di DPRD. Khususnya kepada jajaran Komisi III DPRD Kota Bogor yang menaungi permasalahan pembangunan.
 
"Komisi masing-masing sudah kami sampaikan untuk menguatkan lagi pengawasan mereka, terhadap semua pekerjaan yang dilakukan mitra kerjanya di instansi-instansi. Terutama terkait pembangunan yang ada di Komisi III," katanya, Kamis 11 November 2021.
 
Atang juga mengaku geram dengan proyek pembangunan yang tengah dilakukan Pemkot Bogor saat ini. Sebab sebelumnya, pihaknya sudah menyampaikan jangan sampai ada pembangunan yang dilakukan pada semester akhir atau di triwulan akhir.
 
"Dari awal sudah kami sampai bahwa pemerintah jangan terbiasa untuk kemudian melakukan semua pekerjaan di dalam semester terakhir atau di triwulan terakhir. Karena ini sangat rentan terjadinya kegagalan atau tertundanya pekerjaan. Apalagi akhir tahun ini Kota Bogor masuki musim penghujan," ujarnya.
 
Atang menilai, dengan banyaknya proyek fisik yang sedang dilakukan Pemkot Bogor menjadi salah satu cerminan, jika menejemen tata kelola pemerintahan selama ini tidak baik
 
"Saya kira dengan banyaknya proyek fisik yang sedang dibangun ini menunjukkan menejemen tata kelola pemerintahan selama ini itu tidak baik. Jadi kalau tata kelola pemerintahan tertata dengan baik pekerjaan dapat terdistribusi merata di semua tempat," tutupnya.

Editor: Husnul Khatimah

Tags

Terkini

Batal Naik, UMK Kabupaten Bogor Masih Rp4.217.206

Rabu, 1 Desember 2021 | 16:18 WIB

Eksekusi Rumah Yatim Piatu di Bogor Berujung Ricuh

Selasa, 30 November 2021 | 20:01 WIB
X