Masa Pandemi Covid-19, XL Axiata Berhasil Pertahankan Pertumbuhan Pendapatan

- Selasa, 9 November 2021 | 15:24 WIB
Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini (Dok XL Axiata)
Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini (Dok XL Axiata)

TANAHSAREAL, AYOBOGOR - PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) berhasil menjaga pertumbuhan pendapatan secara berturut-turut, sekaligus mempertahankan kinerja positif di sepanjang kuartal ketiga 2021.
 
Pencapaian tersebut ditandai dengan pendapatan yang tumbuh sebesar 1,5% dibandingkan kuartal sebelumnya (QoQ). EBITDA juga naik sebesar 1,5% QoQ dengan tingkat margin yang sehat di atas 50%. Selanjutnya, total jumlah pelanggan bertambah 1,2 juta selama periode triwulan ketiga ini, dengan ARPU blended yang juga sehat di angka Rp37 ribu.
 
Tercatat pendapatan data terhadap pendapatan layanan (service revenue) meningkat menjadi sebesar 95%, dengan penetrasi smartphone mencapai 92% dari total pelanggan. 
 
Meskipun kompetisi industri tetap ketat, XL Axiata tetap terus melanjutkan investasi pada pembangunan jaringan data pita lebar. Saat ini jaringan 4G XL Axiata telah menjangkau 458 kota kabupaten yang ditopang oleh 69 ribu BTS 4G. Total BTS (2G,3G,4G) yang dimiliki XL Axiata saat sebanyak 153 ribu.
 
Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini mengatakan, pihaknya akan terus berupaya keras untuk bisa melalui periode kuartal ketiga 2021 yang cukup berat, di tengah kompetisi industri yang tidak pernah kendor. 
 
Pihaknya juga akan tetap melanjutkan digitalisasi secara end-to-end di hampir semua lini bisnis. Seperti dengan mengimplementasikan analisa berbasis artificial intelligence untuk meningkatkan efisiensi dalam operasional. Selain itu tentu dengan tetap membangun jaringan untuk meningkatkan kualitas layanan seiring dengan trafik yang juga terus meningkat. 
 
"Di sisi produk, pada periode ini kami telah meluncurkan produk konvergensi yang pertama di Indonesia, bernama 'XL Satu Fiber' yang menawarkan banyak manfaat bagi pelanggan," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima ayobogor.com Selasa 9 November 2021.
 
XL Axiata mencatat total pendapatan selama periode kuartal ketiga 2021 sebesar Rp6,8 triliun dengan Rp6,3 triliun di antaranya merupakan pendapatan layanan. 
 
Sementara itu, total pendapatan sepanjang sembilan bulan pada tahun 2021 tercatat Rp19,8 triliun, dengan Rp18,3 triliun di antaranya merupakan pendapatan layanan. EBITDA kuartal ketiga 2021 tercatat sebesar Rp3,4 triliun, dengan margin 50%. EBITDA sepanjang sembilan bulan tercatat Rp9,9 triliun 
 
"XL Axiata tetap berhasil meraih laba di periode ini. Laba bersih di periode sembilan bulan 2021 tercatat sebesar Rp1,02 triliun, sedangkan laba bersih yang dinormalisasi tercatat sebesar Rp835 miliar," ujarnya.
 
Selain itu, di sepanjang triwulan ketiga 2021 ini biaya operasional meningkat 1% dari kuartal sebelumnya (QoQ), antara lain biaya penjualan dan pemasaran yang meningkat karena pertumbuhan distribusi yang bertambah luas. 
 
Selanjutnya, biaya infrastruktur juga meningkat karena upaya perluasan jaringan yang juga terus dilakukan ke berbagai wilayah. Biaya regulasi meningkat karena kenaikan biaya frekuensi, demikian juga biaya overhead meningkat karena biaya konsultasi yang lebih tinggi sebagai akibat dari proyek yang sedang berlangsung. 
 
Pendapatan dari data di periode triwulan ketiga 2021 terus tumbuh, dan mencapai Rp6 triliun, meningkat sebesar 2% dari kuartal sebelumnya (QoQ). 
 
Pencapaian ini sekaligus meningkatkan kontribusi pada total pendapatan layanan menjadi sebesar 95%, meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya yang sebesar 94%. 
 
Pendapatan data ini tidak terlepas dari pertumbuhan trafik di sepanjang triwulan ketiga 2021, sebesar 10% QoQ, dari 1.572 PB menjadi 1.722 PB. 
 
"Jika menggunakan penghitungan selama periode sembilan bulan, trafik data meningkat setinggi 34% dibandingkan periode yang sama tahun lalu," ungkapnya.
 
XL Axiata tetap mampu menjaga posisi neraca dalam posisi sehat dan terkendali, meskipun jumlah hutang meningkat di periode sembilan bulan. Tercatat, hutang kotor meningkat 25% YoY dan hutang bersih meningkat 28% YoY. 
 
Free Cash Flow (FCF) berada pada tingkat yang sehat, meskipun turun sebesar 26%, ke angka Rp3,6 triliun karena adanya peningkatan belanja modal (capex) untuk mendukung pembangunan jaringan dan peningkatan pelayanan kepada pelanggan. 
 
Untuk rasio hutang bersih terhadap EBITDA juga masih baik mencapai 0,5x. Perusahaan tidak memiliki utang berdenominasi USD. Sebesar 70% dari pinjaman yang ada saat ini berbunga floating dan pembayarannya dikelola hingga dua tahun ke depan. 
 
Untuk membiayai pembangunan jaringan dan mendorong pertumbuhan pendapatan, XL Axiata telah membelanjakan capex yang lebih besar. Hingga periode sembilan bulan 2021, capitalized capex meningkat 25% YoY menjadi Rp6,4 triliun, sedangkan committed capex meningkat 24% YoY menjadi Rp4,5 triliun. 
 
Tidak sampai disitu, di masa pelonggaran PPKM ini pihaknya juga optimis bisa meningkatkan pendapatan. Sebab saat ini pemerintah tentang menggulirkan kuota pendidikan untuk fase ketiga, di mana hal ini tentu memberikan peluang bagi XL Axiata untuk ikut berpatisipasi.  
"Peluang lainnya berupa peningkatan permintaan layanan fixed broadband – fiber to the home (FTTH), di mana telah tersedia layanan XL Home dengan area layanan yang terus meningkat. Selain itu, keberadaan UU Ciptakerja juga bermanfaat positif dalam jangka panjang, termasuk untuk efisiensi capex dan opex dalam menyediakan layanan 5G," tutupnya

Editor: Husnul Khatimah

Tags

Terkini

bank bjb Terus Bergerak Positif Hingga Triwulan 3 2021

Selasa, 26 Oktober 2021 | 15:29 WIB

Waspada Penipuan Mengatasnamakan bank bjb

Senin, 18 Oktober 2021 | 15:54 WIB

Ratusan Peserta Meriahkan Pasundan Ride bank bjb 2021

Selasa, 12 Oktober 2021 | 17:37 WIB

bank bjb Sabet Tiga Penghargaan TOP GRC Award 2021

Kamis, 7 Oktober 2021 | 17:24 WIB
X