Kasus Covid-19 Menurun Drastis, Bima Arya Apresiasi Koordinasi dengan Pemerintah Pusat

- Rabu, 29 September 2021 | 09:32 WIB
Bima Arya Minta Pemerintah Wilayah Gercep Lakukan Pendataan Anak Yatim Piatu Akibat Covid-19 (Yogi Faisal)
Bima Arya Minta Pemerintah Wilayah Gercep Lakukan Pendataan Anak Yatim Piatu Akibat Covid-19 (Yogi Faisal)

TEBET, AYOBOGOR - Wali Kota Bogor, Bima Arya yang merupakan Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) memberikan apresiasi terhadap pemerintah pusat atas koordinasi dan kolaborasi yang berjalan dengan baik dalam penanganan pandemi. Namun, Bima Arya juga memberikan masukan dan evaluasi terhadap beberapa poin.

“Ada dua faktor yang membuat kita survive di masa pandemi ini, yakni prediktif dan kolaboratif. Jadi, siapa yang bisa membangun dua pendekatan itu, Insya Allah akan survive. Kita harus bisa membaca ke depan seperti apa. Dan kita harus bisa merumuskan pola kolaboratif yang pas,” ungkap Bima Ary, Senin 20 September 2021.

Bima menjelaskan, kondisi Tanah Air yang akhir-akhir ini membaik dalam penanganan Covid-19 juga disebabkan oleh dua faktor tadi. “Bagaimana Satgas pusat berbagi. Ada Pak Airlangga, ada Pak Luhut yang bergerak secara rapi rantai komandonya ke bawah. Rapat dengan kami (para kepala daerah) minimal seminggu sekali,” terang Bima.

“Jadi, kami satu minggu sekali itu dikumpulkan secara daring oleh Pak Luhut. Setelah itu oleh Pak Gubernur, baru setelah itu kami rapat Satgas. Jadi satu minggu minimal kita koordinasi tiga kali, baik di tingkat nasional, provinsi hingga di tingkat kota. Kementerian Dalam Negeri Pak Tito dan para Dirjennya sejauh ini juga melakukan pembinaan dan komunikasi dengan sangat baik kepada kepala daerah,” tambahnya.

Dengan rantai koordinasi yang rapi tersebut, lanjut Bima, menjadikan penanganan Covid-19 di Tanah Air cukup berhasil menekan kasus secara drastis. “Mungkin ini yang membedakan Indonesia dengan Singapura, Filipina, Thailand. Bahkan, mungkin juga dengan negara-negara yang sedang ‘goyang’ kembali seperti Australia, Jepang dan Korea Selatan,” jelasnya.

Bima Arya juga mengapresiasi kinerja Menteri Kesehatan, TNI/Polri dan semua lini birokrasi yang bergerak mempercepat proses vaksinasi. “Ini yang tidak ada di India, ini yang tidak ada di negara lain. Sebagai contoh misalnya di Kota Bogor, awal-awal hanya bisa 5.000 vaksin per hari. Tapi setelah sistem itu bergerak semua, Kapolresta, Dandim, Danrem, Camat, Lurah, hingga RT/RW, kapasitas kita bisa mencapai 23 ribu vaksinasi per hari,” ujar Bima.

Meski demikian, Bima Arya menyampaikan catatan mengenai vaksinasi, khususnya masih ada persoalan terkait dengan distribusi vaksin. “Saya kira harus dipetakan kembali distribusi vaksin ini. Mana yang ke Provinsi, mana yang ke kota/kabupaten. Sesungguhnya yang tahu petanya adalah kota/kabupaten,” imbuhnya.

“Kalau ke Provinsi dulu, pasti ada pertimbangan lain untuk dipukul rata dan lain sebagainya. Saya kira kalau kota/kabupaten memiliki argumen yang jelas bahwa kami memiliki kapasitas sekian. Dikirim, habis, kirim lagi, kita bisa cepat. Kan ini persoalannya adalah ini dianggap rata semua, sehingga banyak yang sisa di sana, banyak yang habis di sini. Jadi, kalau kita ingin tahun ini selesai semua, maka distribusi vaksin ini kembali harus dibenahi lagi,” jelas Bima.

Dalam rapat dengar pendapat tersebut Bima Arya menyampaikan usulan dari APEKSI yang perlu menjadi perhatian pemerintah pusat, salah satunya mengusulkan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk target pemenuhan sarana dan prasarana pelayanan dasar kesehatan.

Halaman:

Editor: Husnul Khatimah

Tags

Terkini

bank bjb Terus Bergerak Positif Hingga Triwulan 3 2021

Selasa, 26 Oktober 2021 | 15:29 WIB

Waspada Penipuan Mengatasnamakan bank bjb

Senin, 18 Oktober 2021 | 15:54 WIB

Ratusan Peserta Meriahkan Pasundan Ride bank bjb 2021

Selasa, 12 Oktober 2021 | 17:37 WIB

bank bjb Sabet Tiga Penghargaan TOP GRC Award 2021

Kamis, 7 Oktober 2021 | 17:24 WIB
X