Tingkat Kunjungan Mal dan Pusat Perbelanjaan di Kota Bogor Turun

- Jumat, 17 September 2021 | 13:06 WIB
Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim saat memantau penerapan protokol kesehatan di mal dan pusat perbelanjaan di Kota Bogor (Yogi Faisal)
Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim saat memantau penerapan protokol kesehatan di mal dan pusat perbelanjaan di Kota Bogor (Yogi Faisal)
 
BOGOR TIMUR, AYOBOGOR - Meski pusat perbelanjaan dan mal sudah kembali beroperasi sejak dua pekan lalu, namun jumlah tingkat kunjungan pengunjung ke mal dan pusat perbelanjaan masih tergolong rendah. 
 
Hal tersebut disinyalir akibat adanya pembatasan usia pengunjung, di mana warga yang berusia di bawah 12 tahun belum diperkenankan untuk masuk mal dan pusat perbelanjaan.
 
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dispendag) Ganjar Gunawan membenarkan jika tingkat kunjungan mal dan pusat perbelanjaan masih tergolong rendah.
 
"Dari 15 pusat perbelanjaan yang ada di Kota Bogor hampir semuanya mengalami hal yang sama. Di mana pengunjung mal rata-rata berada di angka 30 persen," katanya, Jumat 17 September 2021.
 
Berdasarkan laporan yang diterimanya, setidaknya ada dua faktor besar yang digadang menjadi penyebab utama masih rendahnya tingkat kunjungan mal dan pusat perbelanjaan. Yakni faktor pembatas usia dan penggunaan aplikasi Peduli Lindungi.
 
Penggunaan aplikasi peduli lindungi sebagai salah satu syarat berkunjung ke mal dan pusat perbelanjaan, membuat masyarakat merasa enggan untuk datang ke mal dan pusat perbelanjaan.
 
Ganjar mengungkap, di mal dengan sasaran menengah ke bawah, masih banyak pengunjung terkendala mengakses aplikasi PeduliLindungi dengan berbagai alasan, mulai jenis ponsel tidak mendukung hingga kuota paket data. 
 
Hal lainnya yang menjadi terkait pembatasan usia. Khususnya, usia di bawah 12 tahun masih dilarang masuk mal. 
 
Ganjar menilai, konsep mal itu salah satu destinasi keluarga. Sehingga ketika, ada anak yang tidak pergi maka satu keluarga tidak jadi pergi. 
 
"Kami masih menunggu kebijakan dari Kementerian, dengar-dengar mungkin seminggu atau dua minggu ke depan anak 12 tahun sudah bisa masuk," harapnya. 
 
Dengan masih minimnya, kunjungan yang berpengaruh pada omset tenant membuat pengelola pusat perbelanjaan kesulitan lantaran biaya operasional lebih tinggi ketimbang pemasukkan. 
 
"Pengelola mal bingung, tenant bingung. Pembeli nggak ada. Akhirnya mal juga banyak yang menurunkan service level, misalnya AC sebelah nggak dinyalain kan operasional, eskalator di stop dulu, karena pengunjungnya kurang," bebernya.
 
Sekali lagi, Pemerintah Kota Bogor berharap agar ada kelonggaran terkait pembatasan anak diperbolehkan masuk pusat perbelanjaan dengan ketentuan tertentu.

Editor: Husnul Khatimah

Tags

Terkini

bank bjb Terus Bergerak Positif Hingga Triwulan 3 2021

Selasa, 26 Oktober 2021 | 15:29 WIB

Waspada Penipuan Mengatasnamakan bank bjb

Senin, 18 Oktober 2021 | 15:54 WIB

Ratusan Peserta Meriahkan Pasundan Ride bank bjb 2021

Selasa, 12 Oktober 2021 | 17:37 WIB

bank bjb Sabet Tiga Penghargaan TOP GRC Award 2021

Kamis, 7 Oktober 2021 | 17:24 WIB

Terpopuler

X