Sepanjang 2021, Kasus Kekerasan Terhadap Anak di Bogor 30 Persen Pelecehan Seksual

- Selasa, 14 September 2021 | 12:54 WIB
Bullying (Ilustarasi/Pixabay)
Bullying (Ilustarasi/Pixabay)
BOGOR UTARA, AYOBOGOR - Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kota Bogor mencatat, selama Januari hingga Agustus 2021 sebanyak 26 kasus tindak kekerasan terhadap anak terjadi di sejumlah wilayah di Kota Bogor.
 
Ketua KPAID Kota Bogor Dudih Syiarudin mengatakan, secara umum kasus tindak kekerasan terhadap anak di Kota Bogor tetap ada bahkan cenderung berpotensi alami peningkatan. Hal tersebut tentunya perlu menjadi perhatian serius Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, mengingat jargon yang digaungkan Kota Bogor selama ini ialah 'Kota Ramah Anak'.
 
"Sampai Agustus 2021 kemarin, total kami menangani setidaknya 26 kasus tindak kekerasan terhadap anak pada periode Januari hingga Agustus kemarin," katanya, kepada ayobogor.com Selasa 14 September 2021.
 
Jika diklasifikasikan berdasarkan jenisnya, dari 26 kasus tindak kekerasan terhadap anak, 8 kasus diantaranya merupakan tindak pelecehan seksual.
 
"Dari 26 kasus yang ada sekitar 30 persen diantaranya merupakan kasus pelecehan seksual. Sisanya bervariatif, seperti tindak kekerasan terhadap anak baik verbal maupun nonverbal," ujarnya.
 
Dudih berpendapat, pendemi Covid-19 tentunya membuat aktivitas banyak terfokus di rumah yang tidak menutup kemungkinan terjadinya kekerasan terhadap anak. Bahkan, banyak orang tua yang mengaku kelelahan menghadapi anak selama masa pandemi Covid-19.
 
"Masa pandemi ini kan membuat aktivitas banyak yang terpusat di rumah masing-masing, yang akhirnya berdampak pada beberapa kekerasan verbal. Karna mungkin orang tua capek, ngurus kerjaan, ngurus anak, ngurus tugasnya anak. Karena peran orang tua ganda menjadi guru dan orang tua kekerasan terhadap anak sangat mungkin terjadi di masa pandemi ini," tutupnya.

Editor: Husnul Khatimah

Tags

Terkini

Terpopuler

X