Dari Kelapa Sawit Untuk Indonesia

- Sabtu, 4 September 2021 | 11:14 WIB
Salah seorang pegawai PTPN VIII Sukamaju saat memanen hasil kelapa sawit. (ayobogor/yogi faisal)
Salah seorang pegawai PTPN VIII Sukamaju saat memanen hasil kelapa sawit. (ayobogor/yogi faisal)

AYOBOGORKELAPA sawit kini menjadi salah satu sektor penyumbang terbesar bagi pendapatan Indonesia. Tak heran jika saat ini pemerintah terus mendukung keberlangsungan perkebunan kelapa sawit di Indonesia.

Asisten Deputi Pengembangan Agribisnis Perkebunan, Kementerian Koordinator Perekonomian Moch Edy Yusuf mengatakan, berdasarkan data yang ada pada pihaknya Indonesian merupakan negara nomor satu produsen kelapa sawit dunia.

Tercatat, dalam satu tahun Indonesia mampu melakukan eksportir kelapa sawit sebanyak 44,5 juta ton, diikuti Malaysia di posisi ke dua dengan 19,7 juta ton per tahun.

"Indonesia juga menduduki posisi pertama, sebagai negara nomor satu market share kelapa sawit global dengan persentase 58 persen. Diikuti Malaysia 26 persen, Thailand 4 persen," katanya dalam acara diskusi Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) Journalist Fellowship & Training, belum lama ini.

Dilihat dari sisi ekonomi, kelapa sawit juga menjadi salah satu sektor andalan penyumbang pendapatan negara.

Berdasarkan data yang ada pada pihaknya, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan pertama dan kedua tahun 2021 mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Pada triwulan pertama Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) menyentuh Rp3,970 triliun. Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) mencapai Rp2,684 triliun.

"Sementara di triwulan kedua, baik ADHK maupun ADHB mengalami kenaikan. ADHK Rp2,772 dan ADHB Rp4,175. Jumlah itu 19 persen diantaranya berasal dari sektor pengolahan kelapa sawit," ujarnya.

Tidak berhenti sampai disitu. Pada 2020 kemarin ketika perekonomian Indonesia sedang lesu akibat pandemi Covid-19, ekspor sawit Indonesia mencapai 22,97 miliar dolar AS.

"Hal ini tentunya menjadi bukti bahwa kelapa sawit cukup berkontribusi. Apalagi ekspor sawit Indonesia mencapai 22,97 miliar dolar AS itu, lebih tinggi 13,16 persen jika dibanding pada 2019 lalu," bebernya.

Halaman:

Editor: Eries Adlin

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X