Anggaran Rp50 Miliar, Penataan Situ Gede Kota Bogor Masih Banyak PR

- Rabu, 1 September 2021 | 13:14 WIB
BOGOR BARAT, AYOBOGOR - Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim meninjau langsung proses pengembangan destinasi pariwisata tipe satu di kawasan Situ Gede, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. Dalam kunjungannya itu, Dedie memberikan sejumlah catatan yang mesti jadi perhatian pihak kontraktor.  Pertama, Dedie meminta kepada pihak kontraktor agar menyiapkan jalan inspeksi (akses untuk perawatan sungai sekaligus bisa menambah ruang publik) di kawasan Situ Gede.  "Sepertinya kami harus menyiapkan jalan inspeksi mulai dari samping kantor kelurahan hingga lokasi pemancingan," katanya, Rabu 1 September 2021.  Kedua, Dedie juga meminta kepada kontraktor untuk memperhatikan kualitas material maupun pengerjaan. Agar nantinya pada saat pengerjaan selesai, revitalisasi tersebut betul-betul memiliki nilai yang berbeda dan kualitas pembangunan yang baik.  Ketiga, tidak hanya dari segi pembangunan sejumlah pekerjaan rumah juga menanti Pemkot Bogor dalam proses penataan kawasan Situ Gede. Seperti penataan pedagang, rumah penduduk di sekitar kawasan situ dan permasalahan lainnya yang ada di lokasi pembangunan.  "Pekerjaan rumah (PR) kami masih banyak tentunya. Makannya dari segi pembangunan harus baik dan sesuai dengan perencanaan, agar pekerjaan rumah ke depannya lebih mudah," ujarnya.  Keempat, ada beberapa hal yang mesti direvitalisasi di kawasan wisata tersebut. Salah satunya adalah sedimentasi yang selama ini tidak tertangani dengan baik di Situ Gede. Hal itu menjadi paket pekerjaan untuk pengerukan. Termasuk faktor persampahannya.   "Kami juga perlu memperbaiki Tembok Penahan Tanah (TPT), saluran air yang masuk ke Situ Gede, hingga menekan volume sampah yang masuk ke Situ Gede. Ini semuanya tentu harus dipikirkan," tuturnya.  Sekedar diketahui, proyek penataan kawasan Situ Gede tersebut menelan biaya sebesar Rp50 miliar lebih dari anggaran bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dengan waktu pengerjaan 150 hari atau hingga akhir 2021 ini dan dikerjakan oleh PT Hisar Makmur.  Danau seluas 4 hektare tersebut akan direvitalisasi menjadi salah satu roda penggerak ekonomi pariwisata nasional dengan tetap menjaga fungsi situ sebagai sumber air. Dengan mengusung konsep menggabungkan antara rekreasi, konservasi dan pemberdayaan ekonomi.  Beberapa fasilitas yang akan hadir adalah welcome zone yang terdiri dari aula Situ Gede, area parkir, jembatan dan pedestrian. Ada juga point to point gate yang terdiri dari gerbang, plaza dan jogging track dan recreation space, race point dek yang terdiri dari mushola, kios dan toilet, tower point dan mini alun-alun. (dok. Pemkot Bogor)
BOGOR BARAT, AYOBOGOR - Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim meninjau langsung proses pengembangan destinasi pariwisata tipe satu di kawasan Situ Gede, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. Dalam kunjungannya itu, Dedie memberikan sejumlah catatan yang mesti jadi perhatian pihak kontraktor. Pertama, Dedie meminta kepada pihak kontraktor agar menyiapkan jalan inspeksi (akses untuk perawatan sungai sekaligus bisa menambah ruang publik) di kawasan Situ Gede. "Sepertinya kami harus menyiapkan jalan inspeksi mulai dari samping kantor kelurahan hingga lokasi pemancingan," katanya, Rabu 1 September 2021. Kedua, Dedie juga meminta kepada kontraktor untuk memperhatikan kualitas material maupun pengerjaan. Agar nantinya pada saat pengerjaan selesai, revitalisasi tersebut betul-betul memiliki nilai yang berbeda dan kualitas pembangunan yang baik. Ketiga, tidak hanya dari segi pembangunan sejumlah pekerjaan rumah juga menanti Pemkot Bogor dalam proses penataan kawasan Situ Gede. Seperti penataan pedagang, rumah penduduk di sekitar kawasan situ dan permasalahan lainnya yang ada di lokasi pembangunan. "Pekerjaan rumah (PR) kami masih banyak tentunya. Makannya dari segi pembangunan harus baik dan sesuai dengan perencanaan, agar pekerjaan rumah ke depannya lebih mudah," ujarnya. Keempat, ada beberapa hal yang mesti direvitalisasi di kawasan wisata tersebut. Salah satunya adalah sedimentasi yang selama ini tidak tertangani dengan baik di Situ Gede. Hal itu menjadi paket pekerjaan untuk pengerukan. Termasuk faktor persampahannya. "Kami juga perlu memperbaiki Tembok Penahan Tanah (TPT), saluran air yang masuk ke Situ Gede, hingga menekan volume sampah yang masuk ke Situ Gede. Ini semuanya tentu harus dipikirkan," tuturnya. Sekedar diketahui, proyek penataan kawasan Situ Gede tersebut menelan biaya sebesar Rp50 miliar lebih dari anggaran bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dengan waktu pengerjaan 150 hari atau hingga akhir 2021 ini dan dikerjakan oleh PT Hisar Makmur. Danau seluas 4 hektare tersebut akan direvitalisasi menjadi salah satu roda penggerak ekonomi pariwisata nasional dengan tetap menjaga fungsi situ sebagai sumber air. Dengan mengusung konsep menggabungkan antara rekreasi, konservasi dan pemberdayaan ekonomi. Beberapa fasilitas yang akan hadir adalah welcome zone yang terdiri dari aula Situ Gede, area parkir, jembatan dan pedestrian. Ada juga point to point gate yang terdiri dari gerbang, plaza dan jogging track dan recreation space, race point dek yang terdiri dari mushola, kios dan toilet, tower point dan mini alun-alun. (dok. Pemkot Bogor)
BOGOR BARAT, AYOBOGOR - Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim meninjau langsung proses pengembangan destinasi pariwisata tipe satu di kawasan Situ Gede, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. Dalam kunjungannya itu, Dedie memberikan sejumlah catatan yang mesti jadi perhatian pihak kontraktor.
 
Pertama, Dedie meminta kepada pihak kontraktor agar menyiapkan jalan inspeksi (akses untuk perawatan sungai sekaligus bisa menambah ruang publik) di kawasan Situ Gede.
 
"Sepertinya kami harus menyiapkan jalan inspeksi mulai dari samping kantor kelurahan hingga lokasi pemancingan," katanya, Rabu 1 September 2021.
 
Kedua, Dedie juga meminta kepada kontraktor untuk memperhatikan kualitas material maupun pengerjaan. Agar nantinya pada saat pengerjaan selesai, revitalisasi tersebut betul-betul memiliki nilai yang berbeda dan kualitas pembangunan yang baik.
 
Ketiga, tidak hanya dari segi pembangunan sejumlah pekerjaan rumah juga menanti Pemkot Bogor dalam proses penataan kawasan Situ Gede. Seperti penataan pedagang, rumah penduduk di sekitar kawasan situ dan permasalahan lainnya yang ada di lokasi pembangunan.
 
"Pekerjaan rumah (PR) kami masih banyak tentunya. Makannya dari segi pembangunan harus baik dan sesuai dengan perencanaan, agar pekerjaan rumah ke depannya lebih mudah," ujarnya.
 
Keempat, ada beberapa hal yang mesti direvitalisasi di kawasan wisata tersebut. Salah satunya adalah sedimentasi yang selama ini tidak tertangani dengan baik di Situ Gede. Hal itu menjadi paket pekerjaan untuk pengerukan. Termasuk faktor persampahannya. 
 
"Kami juga perlu memperbaiki Tembok Penahan Tanah (TPT), saluran air yang masuk ke Situ Gede, hingga menekan volume sampah yang masuk ke Situ Gede. Ini semuanya tentu harus dipikirkan," tuturnya.
 
Sekedar diketahui, proyek penataan kawasan Situ Gede tersebut menelan biaya sebesar Rp50 miliar lebih dari anggaran bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dengan waktu pengerjaan 150 hari atau hingga akhir 2021 ini dan dikerjakan oleh PT Hisar Makmur.
 
Danau seluas 4 hektare tersebut akan direvitalisasi menjadi salah satu roda penggerak ekonomi pariwisata nasional dengan tetap menjaga fungsi situ sebagai sumber air. Dengan mengusung konsep menggabungkan antara rekreasi, konservasi dan pemberdayaan ekonomi.
 
Beberapa fasilitas yang akan hadir adalah welcome zone yang terdiri dari aula Situ Gede, area parkir, jembatan dan pedestrian. Ada juga point to point gate yang terdiri dari gerbang, plaza dan jogging track dan recreation space, race point dek yang terdiri dari mushola, kios dan toilet, tower point dan mini alun-alun.

Editor: Husnul Khatimah

Tags

Terkini

Terpopuler

X